Juventus dikabarkan membidik Mateo Kovacic dari Manchester City untuk memperkuat lini tengah pada bursa transfer musim panas 2027.
Juventus mulai menyusun rencana transfer jangka panjang untuk menghadapi persaingan Serie A 2026 dan musim berikutnya. Salah satu nama yang masuk radar Bianconeri adalah Mateo Kovacic, gelandang Manchester City yang memiliki pengalaman besar di sepak bola Italia maupun Eropa.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Juventus melihat Kovacic sebagai target konkret untuk musim panas 2027. Situasi kontrak pemain asal Kroasia tersebut menjadi faktor utama yang membuat klub Turin tertarik. Kovacic disebut akan mengakhiri masa baktinya di Manchester City pada penghujung musim, sehingga berpotensi tersedia dengan status bebas transfer.
Jika benar terwujud, kedatangan Kovacic dapat menjadi bagian dari regenerasi lini tengah Juventus. Klub yang bermarkas di Allianz Stadium itu diperkirakan membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengisi kemungkinan kepergian Teun Koopmeiners pada Juni mendatang.
Juventus Memantau Situasi Kontrak Mateo Kovacic
Mateo Kovacic masih dipandang sebagai salah satu gelandang paling komplet di sepak bola Inggris. Ia mampu bermain sebagai gelandang tengah, pengatur tempo, maupun pemain yang membawa bola dari area pertahanan menuju lini depan.
Namun, persaingan di Manchester City membuat posisinya tidak selalu menjadi pilihan utama. Dalam sistem yang diterapkan pelatih Enzo Maresca, Kovacic dikabarkan lebih sering berperan sebagai pemain pelapis dibandingkan starter reguler. Kondisi tersebut membuka peluang bagi sang gelandang untuk mempertimbangkan tantangan baru.
Kontrak menjadi daya tarik utama
Juventus biasanya sangat memperhitungkan aspek finansial dalam perekrutan pemain. Mendatangkan Kovacic tanpa biaya transfer akan membantu klub mengurangi beban belanja, meski tetap harus menyiapkan gaji, bonus, dan kemungkinan biaya agen.
Transfer gratis bukan berarti kepindahan tersebut tidak mahal. Pemain berpengalaman seperti Kovacic berpotensi meminta kontrak dengan nilai tinggi. Karena itu, Juventus perlu memastikan bahwa struktur gaji sang pemain tetap sejalan dengan kebijakan finansial klub dan aturan pendaftaran pemain Serie A.
Situasi ini juga bergantung pada keputusan Manchester City. Apabila klub Inggris tersebut tidak menawarkan perpanjangan kontrak, Kovacic akan lebih leluasa bernegosiasi dengan klub asing mulai periode yang diizinkan dalam regulasi transfer. Juventus pun harus bersaing dengan klub-klub besar lain yang tertarik pada gelandang berpengalaman tanpa biaya transfer.
Perjalanan Kovacic dari Serie A hingga Manchester City
Ketertarikan Juventus terhadap Kovacic bukan tanpa alasan. Pemain kelahiran Linz, Austria, tersebut sudah mengenal atmosfer Serie A sejak membela Inter Milan.
Kovacic bergabung dengan Inter pada 2013 saat masih berusia 18 tahun. Selama berada di Giuseppe Meazza, ia memperlihatkan kemampuan mengontrol bola, keluar dari tekanan, dan membawa bola melewati garis tengah. Penampilannya di Italia kemudian menarik perhatian Real Madrid.
Pada 2015, Real Madrid merekrut Kovacic. Di klub Spanyol tersebut, ia memang tidak selalu menjadi pemain inti, tetapi berhasil mendapatkan pengalaman penting di level tertinggi. Kovacic menjadi bagian dari skuad Real Madrid yang memenangkan sejumlah gelar besar, termasuk Liga Champions.
Kariernya berlanjut di Chelsea pada 2018. Bersama klub London tersebut, Kovacic berkembang menjadi gelandang yang lebih matang. Ia membantu Chelsea memenangkan Liga Europa dan Liga Champions, sebelum pindah ke Manchester City pada 2023.
Di Manchester City, Kovacic memperoleh pengalaman tambahan di bawah tuntutan sepak bola penguasaan bola dan pressing intensif. Ia juga menjadi bagian dari tim yang bersaing memperebutkan berbagai trofi domestik serta Eropa. Rekam jejak tersebut membuatnya memiliki nilai lebih dibandingkan gelandang muda yang belum pernah tampil konsisten di level tertinggi.
Mengapa Kovacic Cocok untuk Juventus?
Juventus membutuhkan keseimbangan antara kreativitas, pengalaman, dan kemampuan bertahan di lini tengah. Kovacic dapat memberikan beberapa elemen yang saat ini penting bagi tim asuhan Luciano Spalletti.
Kemampuan membawa bola
Salah satu keunggulan utama Kovacic adalah kemampuannya melewati tekanan lawan dengan membawa bola. Ia tidak hanya mengandalkan umpan pendek, tetapi juga mampu bergerak dari area dalam untuk memecah struktur pressing lawan.
Kemampuan tersebut bisa menjadi aset penting di Serie A. Banyak pertandingan di Italia ditentukan oleh detail kecil, termasuk bagaimana sebuah tim keluar dari tekanan dan memindahkan bola ke area yang lebih berbahaya.
Pengalaman di pertandingan besar
Kovacic telah bermain untuk Inter, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions.
Juventus, sebagai klub dengan koleksi gelar Serie A terbanyak di Italia, membutuhkan pemain yang mampu menghadirkan mentalitas juara. Kovacic tidak hanya membawa pengalaman teknis, tetapi juga pengetahuan tentang cara mengelola pertandingan penting.
Fleksibilitas taktik
Kovacic dapat ditempatkan dalam beberapa skema. Ia bisa bermain sebagai bagian dari dua gelandang tengah, beroperasi dalam formasi tiga pemain di lini tengah, atau diberi kebebasan lebih besar untuk membantu progresi bola.
Fleksibilitas ini dapat membantu Spalletti menyesuaikan pendekatan Juventus ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Melawan tim yang menunggu di area rendah, Kovacic bisa membantu sirkulasi bola. Sementara menghadapi lawan yang agresif, ia dapat menjadi opsi untuk melewati pressing.
Perubahan Lini Tengah Juventus Menuju 2027
Juventus sebenarnya telah berupaya memperkuat lini tengah pada bursa transfer sebelumnya. Klub tersebut mengembalikan Douglas Luiz setelah menjalani masa peminjaman selama satu musim di Aston Villa. Namun, Juventus sempat memilih untuk tidak mendatangkan gelandang baru secara permanen.
Pada hari-hari terakhir bursa transfer, Pape Matar Sarr juga disebut tiba dari Tottenham Hotspur dengan status pinjaman. Kehadiran pemain asal Senegal itu menambah pilihan di lini tengah, tetapi belum tentu menyelesaikan kebutuhan Juventus dalam jangka panjang.
Situasi Teun Koopmeiners juga menjadi faktor penting. Gelandang asal Belanda tersebut diperkirakan meninggalkan Allianz Stadium pada Juni mendatang. Jika transfer itu benar-benar terjadi, Juventus membutuhkan pemain yang dapat mengisi ruang kreatif sekaligus menjaga kualitas distribusi bola.
Khephren Thuram juga disebut berpotensi meninggalkan klub. Jika dua nama tersebut pergi dalam periode yang sama, Juventus harus melakukan restrukturisasi besar di sektor tengah. Kovacic dapat menjadi salah satu solusi, terutama karena ia tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi dengan sepak bola Italia.
Juventus Juga Memantau David Raum dan Fikayo Tomori
Kovacic bukan satu-satunya pemain yang dikaitkan dengan Juventus. Laporan yang sama menyebut Bianconeri turut memantau David Raum dari RB Leipzig dan Fikayo Tomori dari AC Milan.
Raum dikenal sebagai bek kiri yang agresif, kuat dalam melakukan overlap, dan mampu memberikan umpan silang dari area sayap. Kehadirannya dapat menambah variasi serangan Juventus, terutama jika klub membutuhkan bek sayap dengan orientasi menyerang.
Sementara itu, Tomori menawarkan kecepatan dan pengalaman bermain di Serie A. Bek asal Inggris tersebut sudah memahami karakter kompetisi Italia setelah beberapa musim memperkuat Milan. Kemampuan bertahan dalam situasi satu lawan satu menjadi salah satu keunggulannya.
Apabila ketiganya tersedia tanpa biaya transfer pada musim panas 2027, Juventus dapat membangun skuad dengan strategi yang lebih efisien. Meski demikian, status bebas transfer tetap bergantung pada keputusan klub masing-masing dan negosiasi kontrak yang belum final.
Konteks Serie A 2026 dan Tantangan Juventus
Persaingan Serie A pada 2026 diperkirakan tetap ketat. Juventus tidak hanya harus bersaing dengan Inter Milan, AC Milan, Napoli, dan Atalanta, tetapi juga menghadapi tuntutan untuk kembali konsisten di kompetisi Eropa.
Dalam konteks tersebut, kedalaman skuad menjadi sangat penting. Kalender pertandingan yang padat membuat klub membutuhkan pemain yang mampu tampil di berbagai kompetisi tanpa menurunkan kualitas permainan. Gelandang berusia matang seperti Kovacic bisa membantu menjaga stabilitas ketika Juventus harus bermain setiap tiga atau empat hari.
Juventus juga harus memperhatikan aturan pendaftaran pemain Serie A, termasuk ketentuan terkait pemain binaan klub dan pemain asing. Perekrutan pemain gratis dengan gaji besar harus diimbangi dengan perencanaan skuad yang cermat agar tidak mengganggu keseimbangan finansial klub.
Selain itu, usia Kovacic juga perlu menjadi pertimbangan. Pada musim panas 2027, ia akan berada di usia 33 tahun. Pengalaman menjadi keunggulan, tetapi Juventus harus memastikan durasi kontrak tidak terlalu berisiko. Kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dapat menjadi salah satu format yang lebih aman bagi klub.
Apakah Transfer Kovacic Realistis?
Secara olahraga, transfer tersebut terlihat masuk akal. Kovacic memiliki pengalaman di Serie A, memahami tekanan bermain untuk klub besar, dan mampu mengisi beberapa peran di lapangan. Ia juga berpotensi datang tanpa biaya transfer apabila tidak memperpanjang kontrak bersama Manchester City.
Namun, Juventus tetap harus menghadapi beberapa tantangan. Persaingan mendapatkan pemain dengan profil seperti Kovacic biasanya cukup besar. Selain itu, tuntutan gaji dan durasi kontrak dapat menjadi faktor penentu dalam negosiasi.
Juventus juga perlu memastikan apakah Kovacic masih berada dalam rencana utama Manchester City. Perubahan pelatih, performa pemain, atau keputusan klub untuk memperpanjang kontraknya dapat mengubah seluruh situasi.
Untuk saat ini, ketertarikan tersebut masih berada pada tahap laporan dan belum menjadi kesepakatan resmi. Juventus kemungkinan akan terus memantau kondisi Kovacic sepanjang musim 2026/27 sebelum mengambil keputusan final.
Kesimpulan
Mateo Kovacic menjadi salah satu nama menarik dalam rencana transfer Juventus menuju musim panas 2027. Pengalaman bersama Inter, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City membuatnya memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan Bianconeri.
Jika Teun Koopmeiners dan Khephren Thuram benar-benar meninggalkan Allianz Stadium, Kovacic dapat menjadi pengganti yang memberikan kualitas, ketenangan, serta mentalitas juara. Namun, Juventus tetap harus menimbang usia, gaji, durasi kontrak, dan persaingan dari klub lain.
Selain Kovacic, perhatian Juventus juga tertuju pada David Raum dan Fikayo Tomori. Ketiganya berpotensi memperkuat skuad dengan skema transfer bebas, tetapi seluruh rencana tersebut masih menunggu perkembangan kontrak dan keputusan klub masing-masing.
FAQ Seputar Rumor Juventus dan Mateo Kovacic
Apakah Mateo Kovacic sudah resmi bergabung dengan Juventus?
Belum. Kovacic baru dikaitkan dengan Juventus melalui laporan media. Belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan antara sang pemain dan klub Turin tersebut.
Kapan Juventus berencana mendatangkan Kovacic?
Juventus disebut membidik Kovacic pada bursa transfer musim panas 2027. Waktu tersebut berkaitan dengan situasi kontraknya di Manchester City yang dikabarkan berakhir pada penghujung musim.
Posisi apa yang bisa dimainkan Kovacic di Juventus?
Kovacic dapat bermain sebagai gelandang tengah, pengatur tempo, maupun pemain yang membawa bola dari lini belakang. Fleksibilitas tersebut membuatnya bisa digunakan dalam beberapa skema taktik.
Siapa pemain lain yang dikaitkan dengan Juventus?
Selain Kovacic, Juventus dilaporkan memantau bek kiri RB Leipzig David Raum dan bek tengah AC Milan Fikayo Tomori. Keduanya juga disebut berpotensi tersedia dengan status bebas transfer pada musim panas berikutnya, tergantung perkembangan kontrak masing-masing.