Inter menjadi favorit utama untuk mempertahankan gelar Serie A 2026/27, tetapi Roma, Juventus, dan Milan siap memberikan tekanan dalam perburuan Scudetto yang diprediksi berlangsung ketat.
Inter Milan memasuki musim Serie A 2026/27 dengan status sebagai tim yang paling diburu. Setelah meraih gelar juara pada musim sebelumnya, Nerazzurri kini menghadapi tantangan yang tidak kalah berat: mempertahankan Scudetto di tengah persaingan dari Roma, Juventus, dan AC Milan.
Dalam beberapa tahun terakhir, menjadi juara Serie A secara beruntun bukanlah pekerjaan mudah. Juventus menjadi klub terakhir yang mampu mencatatkan gelar beruntun, yakni pada 2018 dan 2019. Sejak saat itu, pergantian juara terus terjadi dan menunjukkan betapa kompetitifnya liga kasta tertinggi Italia.
Inter sendiri sudah tiga kali meraih Scudetto sejak keberhasilan terakhir Juventus tersebut. Namun, dua upaya sebelumnya untuk mempertahankan gelar tidak berakhir sesuai harapan. Musim ini, pasukan Cristian Chivu kembali memulai kampanye sebagai unggulan, meski sejumlah pesaing mulai menunjukkan kualitas yang mampu mengganggu dominasi mereka.
Inter Tetap Favorit Utama Perburuan Scudetto
Awal musim 2026/27 memperlihatkan bahwa Inter masih memiliki mental juara. Mereka memenangi empat pertandingan liga pertama, termasuk beberapa laga yang menuntut ketahanan mental karena sempat tertinggal dua gol.
Inter bahkan nyaris mencatatkan comeback ketiga secara beruntun setelah kembali berada dalam situasi sulit. Namun, dalam pertandingan terakhir melawan Roma, mereka harus puas bermain imbang 2-2. Hasil tersebut membuat Roma tetap berada di puncak klasemen berdasarkan keunggulan selisih gol, sementara Inter menempati posisi tepat di belakangnya.
Terlepas dari hasil imbang itu, performa awal Inter masih cukup untuk menjadikan mereka favorit pasar taruhan. Inter dipatok pada kisaran odds 1,60 untuk memenangkan Scudetto. Angka tersebut cukup jauh di bawah Roma dengan 6,00, sedangkan Juventus dan Milan sama-sama berada di angka 9,00.
Odds tersebut menggambarkan penilaian terhadap kekuatan skuad, pengalaman, konsistensi, dan kedalaman tim. Namun, angka taruhan bukan jaminan hasil akhir. Perjalanan Serie A berlangsung sepanjang 38 pertandingan, sehingga cedera, jadwal kompetisi Eropa, rotasi pemain, dan performa saat menghadapi tim papan bawah tetap menjadi faktor penting.
Keunggulan Inter dalam Persaingan Gelar
Inter memiliki sejumlah modal besar untuk kembali menjadi juara. Mereka telah terbiasa bermain dalam tekanan perebutan gelar dan mempunyai skuad dengan pengalaman tinggi di level domestik maupun Eropa.
Selain itu, kemampuan bangkit setelah tertinggal menjadi indikasi bahwa tim asuhan Chivu mempunyai daya juang kuat. Dalam kompetisi panjang seperti Serie A, karakter tersebut bisa menjadi pembeda ketika tim harus menghadapi periode sulit.
Meski demikian, tantangan terbesar Inter adalah menjaga konsistensi. Hasil imbang melawan Roma menunjukkan bahwa pesaing utama mereka tidak mudah dikalahkan. Jika terlalu sering kehilangan poin dalam pertandingan besar, keunggulan Inter dapat tergerus dengan cepat.
Roma Menjadi Penantang Paling Serius
Roma muncul sebagai kandidat terkuat untuk menghentikan dominasi Inter. Di bawah Gian Piero Gasperini, Giallorossi memasuki musim baru dengan ambisi lebih tinggi setelah berhasil mengakhiri penantian delapan tahun untuk kembali tampil di Liga Champions.
Roma terakhir kali memenangkan Scudetto lebih dari dua dekade lalu. Karena itu, performa positif pada awal musim 2026/27 langsung memunculkan optimisme besar di ibu kota Italia. Dari lima pertandingan liga, Roma berhasil meraih empat kemenangan dan tampil sebagai satu-satunya tim Serie A yang selalu mencetak setidaknya dua gol dalam setiap laga tersebut.
Malen dan Dybala Menjadi Motor Serangan
Donyell Malen menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam produktivitas serangan Roma. Kecepatan, kemampuan bergerak di ruang terbuka, dan ketajamannya membuat lini depan Giallorossi sulit diprediksi.
Di sisi lain, kembalinya Paulo Dybala ke performa terbaik memberikan dimensi tambahan bagi permainan Roma. Dybala tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara lini tengah dan penyerang.
Kombinasi Malen dan Dybala membuat Roma mempunyai variasi serangan yang lebih lengkap. Mereka dapat menyerang melalui sayap, melakukan kombinasi umpan pendek di area tengah, atau memanfaatkan transisi cepat ketika merebut bola.
Tantangan Gasperini adalah menjaga produktivitas tersebut hingga akhir musim. Jadwal padat, kompetisi Eropa, dan kemungkinan badai cedera akan menguji kedalaman skuad Roma. Tim yang tampil impresif pada lima pertandingan pertama belum tentu mampu mempertahankan level yang sama sepanjang musim.
Juventus Berusaha Mengakhiri Puasa Gelar
Juventus masih menjadi salah satu nama terbesar dalam persaingan Scudetto. Klub Turin tersebut merupakan pemegang rekor gelar liga Italia terbanyak dan memiliki sejarah panjang dalam menghadapi tekanan perebutan juara.
Namun, Juventus kini harus mengakhiri penantian enam tahun sejak terakhir kali memenangkan Serie A. Luciano Spalletti memulai musim dengan catatan tiga kemenangan dari lima pertandingan liga. Kekalahan 2-3 dari Sassuolo menjadi pukulan mengecewakan, tetapi Juventus segera merespons melalui kemenangan meyakinkan 2-0 atas Atalanta.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Juventus memiliki kapasitas untuk bangkit. Akan tetapi, konsistensi masih menjadi pekerjaan besar bagi Spalletti. Dalam persaingan dengan Inter dan Roma, kehilangan poin saat menghadapi tim papan bawah dapat memberikan dampak besar terhadap klasemen akhir.
Krisis Cedera Menguji Kedalaman Skuad
Juventus menghadapi awal musim dengan persoalan cedera yang cukup serius. Absennya penyerang utama Kenan Yildiz dan gelandang Khephren Thuram sempat menimbulkan kekhawatiran karena keduanya memiliki peran penting dalam struktur permainan tim.
Meski demikian, Juventus mampu tampil cukup kompetitif tanpa dua pemain tersebut. Hal ini menjadi tanda bahwa skuad mereka memiliki pilihan alternatif yang memadai. Tambahan pemain seperti Nick Woltemade, Pape Matar Sarr, Jhon Lucumi, dan Kerim Alajbegovic juga memperkuat kedalaman tim di beberapa posisi.
Jika para pemain kunci dapat kembali bugar dan Juventus mampu tampil lebih stabil dalam pertandingan besar, mereka berpotensi menjadi ancaman nyata bagi Inter. Namun, Bianconeri tidak boleh terlalu sering mengulangi kesalahan seperti saat menghadapi Sassuolo.
Milan Membawa Energi Baru Bersama Ruben Amorim
AC Milan juga masuk dalam daftar klub yang berpeluang merusak peta persaingan gelar. Rossoneri mengalami akhir musim sebelumnya yang mengecewakan karena gagal mengamankan tiket Liga Champions. Situasi tersebut mendorong perubahan besar di kursi pelatih.
Massimiliano Allegri diberhentikan pada musim panas, lalu Milan menunjuk Ruben Amorim sebagai penggantinya. Kedatangan Amorim menjadi keputusan yang menarik karena ia diharapkan membawa pendekatan lebih agresif setelah Milan sebelumnya dikenal memiliki gaya bermain yang lebih konservatif.
Awal kepemimpinan Amorim cukup menjanjikan. Milan meraih tiga kemenangan dari lima pertandingan liga pertama, termasuk kemenangan dominan 3-0 atas Lecce sebelum jeda internasional September.
Serangan Lebih Agresif, Pertahanan Harus Stabil
Salah satu perubahan paling terlihat di Milan adalah meningkatnya keberanian dalam menyerang. Tim terlihat lebih aktif menekan lawan dan berusaha menguasai area permainan sejak awal pertandingan.
Goncalo Ramos dan Diego Moreira menjadi bagian penting dari rencana baru tersebut. Keduanya diharapkan mampu menambah kecepatan, kreativitas, dan daya gedor di lini depan.
Namun, ambisi menyerang juga membawa risiko. Amorim harus menemukan keseimbangan antara tekanan tinggi dan perlindungan terhadap lini belakang. Jika Milan terlalu terbuka, mereka dapat kesulitan menghadapi tim yang memiliki penyerang cepat serta gelandang dengan kemampuan umpan vertikal.
Milan masih perlu membuktikan bahwa mereka mampu tampil konsisten melawan klub papan atas. Tiga kemenangan dari lima pertandingan merupakan awal yang positif, tetapi belum cukup untuk memastikan status sebagai kandidat utama Scudetto.
Faktor Penentu Perebutan Scudetto Serie A 2026/27
Konsistensi Melawan Tim Papan Bawah
Persaingan gelar sering kali tidak hanya ditentukan oleh hasil ketika menghadapi Inter, Roma, Juventus, atau Milan. Poin yang diraih dalam pertandingan melawan tim papan bawah juga memiliki nilai sangat besar.
Klub yang mampu menghindari hasil imbang dan kekalahan tidak terduga akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di papan atas. Dalam kompetisi dengan selisih kualitas yang semakin tipis, satu atau dua hasil buruk dapat mengubah posisi klasemen secara drastis.
Kedalaman Skuad dan Jadwal Eropa
Inter, Roma, Juventus, dan Milan sama-sama harus mengelola tuntutan kompetisi domestik serta agenda Eropa. Rotasi pemain akan menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
Klub dengan bangku cadangan berkualitas dapat menjaga level permainan ketika pemain utama mengalami cedera atau membutuhkan istirahat. Aspek ini menjadi salah satu keunggulan yang berpotensi dimiliki Inter, tetapi Roma dan Juventus juga telah memperkuat skuad mereka.
Performa dalam Pertandingan Besar
Laga langsung antara kandidat juara akan menjadi penentu penting. Inter sudah memperlihatkan bahwa Roma mampu memberikan perlawanan dalam pertandingan berintensitas tinggi. Pertemuan berikutnya antara klub-klub papan atas dapat menjadi tolok ukur yang lebih akurat dibandingkan hasil melawan tim dengan peringkat lebih rendah.
Prediksi Akhir: Inter Masih di Posisi Terdepan
Dengan pengalaman, kedalaman pemain, dan performa awal yang kuat, Inter tetap menjadi kandidat paling logis untuk memenangkan Serie A 2026/27. Namun, keunggulan mereka belum cukup besar untuk membuat persaingan berakhir sebelum waktunya.
Roma merupakan ancaman paling serius berkat produktivitas serangan dan momentum positif bersama Gasperini. Juventus memiliki tradisi serta kualitas skuad untuk bangkit, sedangkan Milan membawa energi baru di bawah Amorim.
Jika Roma mampu mempertahankan ketajaman, Juventus dapat mengatasi krisis cedera, dan Milan menemukan keseimbangan antara menyerang serta bertahan, perburuan Scudetto musim ini dapat berlangsung hingga pekan-pekan terakhir.
FAQ Seputar Prediksi Scudetto Serie A 2026/27
Siapa favorit utama juara Serie A 2026/27?
Inter Milan menjadi favorit utama berdasarkan performa awal musim, pengalaman dalam perebutan gelar, serta odds taruhan yang berada di kisaran 1,60.
Klub mana yang paling berpeluang menghentikan Inter?
Roma dipandang sebagai penantang paling serius. Mereka meraih empat kemenangan dari lima pertandingan awal dan menjadi satu-satunya tim yang selalu mencetak minimal dua gol dalam setiap laga tersebut.
Apakah Juventus masih memiliki peluang memenangkan Scudetto?
Juventus tetap memiliki peluang besar, terutama karena kualitas skuad dan pengalaman mereka. Namun, konsistensi serta kemampuan mengatasi badai cedera akan menjadi faktor penentu.
Mengapa Milan belum dianggap sebagai kandidat terkuat?
Milan menunjukkan perkembangan positif bersama Ruben Amorim, tetapi masih harus membuktikan konsistensi melawan klub papan atas. Keseimbangan antara agresivitas menyerang dan stabilitas pertahanan juga perlu diperbaiki.