Home Liga Inggris Antonio Conte Ungkap Pesan Daniel Levy yang Membuatnya Terkejut di Tottenham

Antonio Conte Ungkap Pesan Daniel Levy yang Membuatnya Terkejut di Tottenham

0 comment

Antonio Conte kembali membuka cerita tentang masa singkatnya bersama Tottenham Hotspur. Dalam wawancara dengan The Athletic, pelatih asal Italia itu mengaku frustrasi melihat sikap menerima kekalahan yang menurutnya telah lama melekat di lingkungan klub London Utara tersebut.

Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika Conte mengirim pesan kepada Daniel Levy setelah Tottenham gagal meraih kemenangan atau hanya bermain imbang. Respons sang chairman membuat Conte tercengang karena dianggap terlalu tenang menghadapi hasil yang mengecewakan.

Conte datang ke Tottenham pada November 2021 dengan reputasi sebagai pelatih pemenang. Ia pernah mengangkat trofi bersama Juventus, Chelsea, Inter Milan, dan sejumlah klub besar lain. Namun, periode di Tottenham berakhir tanpa gelar, meski ia berhasil mengantarkan Spurs kembali ke Liga Champions pada musim pertamanya.

Pesan Daniel Levy yang Membuat Conte Tidak Habis Pikir

Dalam wawancara tersebut, Conte menceritakan bahwa ia mencoba membangun perubahan besar sejak hari pertama di Tottenham. Ketika tiba pada November 2021, Spurs berada di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris.

Kehadiran Fabio Paratici sebagai direktur sepak bola menjadi salah satu alasan Conte menerima pekerjaan tersebut. Keduanya pernah bekerja sama di Juventus dan memahami standar tinggi yang diperlukan untuk membangun tim kompetitif.

Conte kemudian berhasil memperbaiki posisi Tottenham. Pada akhir musim 2021/2022, Spurs finis di peringkat keempat dan mengungguli Arsenal dalam persaingan memperebutkan tiket Liga Champions.

Meski demikian, perjalanan menuju posisi tersebut tidak selalu mulus. Conte mengaku pernah mengirim pesan kepada Levy setelah Tottenham gagal menang. Ia berharap pihak klub menunjukkan reaksi yang lebih keras dan segera menuntut perbaikan.

Namun, jawaban Levy justru terdengar sangat santai. Menurut Conte, Levy hanya mengatakan bahwa Tottenham tidak perlu terlalu khawatir karena kemenangan akan datang pada pertandingan berikutnya.

Respons itu membuat Conte bertanya-tanya. Bagi pelatih yang terbiasa menetapkan target tinggi, hasil imbang atau kekalahan seharusnya menjadi bahan evaluasi serius, bukan sesuatu yang diterima begitu saja.

Conte Menilai Tottenham Terlalu Terbiasa dengan Kekalahan

Masalah utama yang dirasakan Conte bukan hanya performa di lapangan. Ia melihat adanya persoalan mental dan budaya di dalam klub. Menurutnya, sebagian orang di sekitar Tottenham sudah terbiasa menganggap klub tersebut sebagai tim yang tidak akan memenangkan trofi.

Conte sangat terganggu ketika mendengar anggapan bahwa Tottenham adalah klub “pecundang” atau tim yang selalu gagal pada tahap akhir. Ia menilai pandangan semacam itu berbahaya karena dapat memengaruhi ambisi pemain, staf, serta seluruh lingkungan klub.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menyoroti bagaimana Tottenham kerap dijadikan bahan lelucon oleh rival. Bahkan ketika klub lain mengalami kekalahan besar, muncul perbandingan bahwa klub tersebut mulai “berubah menjadi Tottenham”. Bagi Conte, candaan tersebut menunjukkan citra negatif yang telah terlanjur melekat pada Spurs.

Rasa frustrasi itu semakin besar karena Conte datang dengan pengalaman meraih gelar di berbagai negara. Ia bukan pelatih yang terbiasa membangun tim hanya untuk bersaing di papan atas. Standarnya adalah memenangkan kompetisi dan menciptakan mental juara.

Tottenham Menjadi Satu-satunya Klub Conte Tanpa Trofi

Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Conte dikenal sebagai sosok yang mampu membawa perubahan cepat. Ia memenangkan Serie A bersama Juventus, Liga Inggris bersama Chelsea, serta Serie A dan Liga Europa bersama Inter Milan.

Di Chelsea, Conte langsung mengantarkan klub meraih gelar Liga Inggris pada musim 2016/2017. Setahun berikutnya, ia juga membawa The Blues menjuarai Piala FA. Bersama Inter, Conte mengakhiri dominasi Juventus di Italia dengan memenangkan Scudetto musim 2020/2021.

Tottenham menjadi pengecualian dalam perjalanan tersebut. Meskipun mampu memperbaiki posisi tim dan membawa Spurs kembali ke Liga Champions, Conte tidak mendapatkan trofi selama menangani klub tersebut.

Situasi itu membuat masa kerja Conte di London Utara dikenang sebagai periode yang penuh potensi, tetapi juga konflik. Ia datang pada saat Tottenham sedang mencari arah setelah kepergian beberapa manajer dan belum menemukan fondasi permainan yang konsisten.

Perjalanan Conte di Tottenham Berakhir dengan Kontroversi

Conte meninggalkan Tottenham pada Maret 2023 setelah mengeluarkan kritik keras terhadap klub dan para pemainnya. Pernyataan tersebut muncul setelah hasil imbang 3-3 melawan Southampton di Liga Inggris.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan itu, Conte mempertanyakan mentalitas para pemain dan menyoroti kegagalan klub meraih trofi selama bertahun-tahun. Ia juga menyatakan bahwa masalah Tottenham tidak hanya berada pada pelatih, tetapi sudah menyentuh struktur dan kebiasaan di dalam klub.

Kepergiannya kemudian menjadi akhir dari hubungan yang sejak awal memang penuh tuntutan. Conte menginginkan skuad dengan kedalaman dan kualitas yang mampu bersaing untuk gelar. Di sisi lain, Tottenham harus mempertimbangkan kebijakan transfer, struktur finansial, serta rencana jangka panjang klub.

Perbedaan tersebut sulit dipertemukan. Conte ingin hasil cepat, sementara Tottenham berada dalam proses membangun kembali tim setelah periode pergantian pelatih dan perubahan komposisi pemain.

Konteks Tottenham di Liga Inggris 2026

Situasi Tottenham telah berubah dibandingkan era Conte. Spurs berhasil memutus penantian panjang tanpa trofi dengan memenangkan Liga Europa UEFA 2024/2025. Kesuksesan tersebut menjadi gelar besar pertama Tottenham sejak Piala Liga 2008.

Gelar Liga Europa itu penting bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga untuk mengubah narasi mengenai Tottenham. Klub yang sebelumnya kerap menjadi sasaran ejekan akhirnya memiliki bukti konkret bahwa mereka mampu memenangkan kompetisi di level Eropa.

Namun, satu trofi tidak otomatis menyelesaikan semua persoalan. Tottenham tetap dituntut membangun konsistensi di Liga Inggris, memperkuat skuad, dan memastikan kesuksesan tersebut bukan sekadar pencapaian sesaat.

Memasuki konteks musim 2025/2026, persaingan Liga Inggris semakin ketat. Liverpool, Manchester City, Arsenal, Chelsea, Manchester United, dan klub-klub lain terus berinvestasi untuk mengejar target masing-masing. Tottenham harus mampu menjaga performa di tengah jadwal domestik dan kompetisi Eropa.

Gelar Liga Europa juga memberikan pengalaman penting bagi pemain-pemain Spurs. Bermain dalam pertandingan knockout, menghadapi tekanan final, serta mengelola ekspektasi setelah meraih trofi dapat membantu membentuk mental pemenang yang dulu dirindukan Conte.

Apakah masalah mental Tottenham Sudah Berakhir?

Belum tentu. Mental juara harus dibangun secara berkelanjutan. Tottenham memerlukan struktur yang jelas dari level manajemen, kebijakan transfer yang tepat, serta pelatih yang mampu mempertahankan standar tinggi di ruang ganti.

Kemenangan di Liga Europa menjadi langkah besar, tetapi konsistensi di Liga Inggris tetap menjadi ukuran paling penting. Klub harus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di papan atas, bukan hanya tampil baik dalam satu kompetisi.

Di sinilah perbedaan antara pencapaian Conte dan perkembangan Tottenham setelahnya dapat dilihat. Conte mampu mengangkat performa Spurs hingga finis di empat besar, tetapi tidak sempat mengubah budaya klub secara permanen. Kesuksesan berikutnya menunjukkan bahwa proses perubahan tetap berjalan, meskipun membutuhkan waktu dan pendekatan berbeda.

Hubungan Conte dengan Tottenham Tetap Menjadi Bahan Perdebatan

Komentar terbaru Conte kembali memunculkan diskusi mengenai siapa yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Tottenham meraih trofi pada periode tersebut. Sebagian pihak menilai Conte seharusnya bisa memaksimalkan skuad yang dimilikinya. Pihak lain berpendapat bahwa pelatih membutuhkan dukungan transfer dan struktur klub yang sesuai dengan ambisinya.

Keduanya memiliki alasan. Conte memang gagal memenangkan trofi, tetapi ia berhasil mengangkat Tottenham dari posisi kesembilan ke empat besar dalam waktu relatif singkat. Di sisi lain, kritiknya terhadap klub memperlihatkan bahwa hubungan antara pelatih dan manajemen tidak pernah benar-benar stabil.

Pesan Levy yang dianggap terlalu santai oleh Conte menjadi simbol dari perbedaan sudut pandang tersebut. Conte melihat setiap kegagalan sebagai tanda bahwa perubahan harus segera dilakukan. Sementara itu, manajemen klub tampaknya lebih memilih pendekatan yang tenang dan bertahap.

Conte kini juga sempat dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Liga Inggris, termasuk rumor yang menghubungkannya dengan Manchester United. Namun, kabar semacam itu perlu dilihat sebagai spekulasi sampai ada konfirmasi resmi dari klub atau sang pelatih.

FAQ Seputar Antonio Conte dan Tottenham

Kapan Antonio Conte melatih Tottenham?

Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Tottenham Hotspur pada November 2021. Ia meninggalkan klub pada Maret 2023 setelah periode yang diwarnai performa tidak konsisten dan konflik terbuka dengan manajemen serta pemain.

Apa pencapaian terbesar Conte di Tottenham?

Pencapaian terbaik Conte adalah membawa Tottenham finis di posisi keempat Liga Inggris pada musim 2021/2022. Hasil tersebut membuat Spurs kembali tampil di Liga Champions.

Mengapa Conte frustrasi terhadap Daniel Levy?

Conte merasa frustrasi karena menganggap lingkungan Tottenham terlalu menerima hasil buruk dan kekalahan. Ia juga terkejut ketika Levy merespons kegagalan meraih kemenangan dengan pesan agar tidak khawatir karena kemenangan berikutnya akan segera datang.

Apakah Tottenham sudah memenangkan trofi setelah era Conte?

Ya. Tottenham menjuarai Liga Europa UEFA pada musim 2024/2025, sekaligus mengakhiri penantian klub terhadap trofi besar sejak 2008. Gelar tersebut menjadi bagian penting dari upaya Spurs membangun kembali identitas sebagai klub pemenang.

You may also like

Leave a Comment

About Us

Logo pemain12.com

Pemain12.com adalah portal berita sepak bola yang menjadi sumber utama informasi terkini seputar dunia sepak bola. Situs ini merupakan tempat yang sempurna bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan berita terbaru tentang pertandingan, transfer pemain, dan peristiwa menarik lainnya dalam dunia sepak bola. 

@2023 – All Right Reserved. Supported by GMTeknologi

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept