Audio VAR yang dirilis pada 21 September 2026 mengungkap alasan di balik kartu merah Dean Huijsen dalam derbi Madrid. Bek Real Madrid itu semula hanya menerima kartu kuning setelah pelanggaran terhadap Giuliano Simeone, tetapi keputusan tersebut berubah setelah wasit Miguel Ángel Ortiz Arias meninjau ulang insiden di monitor pinggir lapangan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelanggaran Huijsen dinilai menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas atau denying an obvious goal-scoring opportunity (DOGSO). Penalti tetap diberikan, sementara kartu kuning ditingkatkan menjadi kartu merah. Keputusan tersebut membuat Real Madrid harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain pada babak kedua.
Audio VAR Ungkap Proses Perubahan Keputusan
Insiden yang melibatkan Huijsen dan Giuliano Simeone terjadi tidak lama setelah babak kedua dimulai. Ortiz Arias pada awalnya langsung menunjuk titik penalti setelah melihat adanya pelanggaran terhadap pemain Atletico Madrid tersebut.
Dalam keputusan awalnya, sang wasit memberikan kartu kuning kepada Huijsen. Namun, petugas VAR Daniel Trujillo menilai insiden itu layak diperiksa lebih jauh karena berpotensi memenuhi unsur DOGSO.
Trujillo kemudian meminta Ortiz Arias melakukan on-field review atau pemeriksaan langsung melalui monitor di sisi lapangan. Prosedur ini memungkinkan wasit utama melihat ulang kejadian dari beberapa sudut kamera sebelum menetapkan keputusan akhir.
Menurut rekaman audio yang dipublikasikan Mundo Deportivo, pembahasan utama dalam pemeriksaan tersebut berpusat pada dua hal. Pertama, apakah Huijsen benar-benar menghalangi peluang emas Simeone. Kedua, apakah penjaga gawang masih memiliki kesempatan realistis untuk menjangkau bola atau menghentikan serangan tersebut.
Wasit Menilai Tidak Ada Perebutan Bola yang Nyata
Salah satu faktor penting dalam menentukan sanksi DOGSO adalah karakter pelanggaran. Wasit perlu menilai apakah pemain bertahan masih berusaha memainkan bola atau justru menghentikan lawan tanpa peluang yang wajar untuk memenangkan penguasaan bola.
Dalam dialog yang terekam, Trujillo menyampaikan bahwa Huijsen menahan Simeone dan tidak berada dalam situasi untuk benar-benar memainkan bola. Ortiz Arias kemudian melihat sudut kamera yang disebut sebagai sudut kamera offside untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai posisi pemain, bola, serta jarak penjaga gawang.
Setelah meninjau tayangan ulang, Ortiz Arias menyimpulkan bahwa kiper tidak berada cukup dekat untuk melakukan intervensi. Ia juga menilai tidak terdapat perebutan bola yang autentik antara Huijsen dan Simeone.
Atas dasar itu, kartu kuning dibatalkan dan diganti menjadi kartu merah. Penalti tidak berubah karena pelanggaran tetap terjadi di dalam area terlarang dan dinilai menghentikan peluang mencetak gol yang jelas.
Kronologi Keputusan Wasit dan VAR
| Tahap Keputusan | Petugas yang Terlibat | Hasil |
|---|---|---|
| Keputusan awal | Miguel Ángel Ortiz Arias | Penalti diberikan dan Huijsen menerima kartu kuning |
| Intervensi VAR | Daniel Trujillo | Merekomendasikan pemeriksaan untuk potensi kartu merah DOGSO |
| Pemeriksaan di monitor | Miguel Ángel Ortiz Arias | Kartu kuning diubah menjadi kartu merah, penalti tetap diberikan |
Perubahan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan karena berdampak langsung terhadap komposisi pemain Real Madrid. Setelah Huijsen dikeluarkan, Los Blancos harus menjalani sisa babak kedua dengan 10 pemain.
Mengapa Pelanggaran DOGSO Bisa Berujung Kartu Merah?
Dalam Laws of the Game, kartu merah dapat diberikan apabila seorang pemain menghentikan peluang mencetak gol yang jelas. Penilaian itu tidak hanya bergantung pada lokasi pelanggaran, tetapi juga sejumlah unsur lain.
Empat Pertimbangan Utama dalam DOGSO
Wasit biasanya mempertimbangkan arah serangan, jarak pemain dari gawang, kemungkinan pemain menguasai atau mengontrol bola, serta jumlah dan posisi pemain bertahan lainnya. Keempat faktor tersebut membantu menentukan apakah sebuah peluang benar-benar tergolong jelas.
Lokasi pelanggaran juga penting. Apabila pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti dan pemain bertahan berusaha memainkan bola, sanksi dalam situasi tertentu dapat berupa penalti dan kartu kuning. Aturan ini sering disebut sebagai prinsip “double jeopardy” karena penalti sudah memulihkan keuntungan tim yang dirugikan.
Namun, pengecualian dapat berlaku jika pemain bertahan menahan, menarik, mendorong, atau melakukan pelanggaran lain yang tidak menunjukkan upaya memainkan bola. Dalam situasi seperti itu, kartu merah tetap dapat dijatuhkan meskipun penalti diberikan.
Itulah konteks yang membuat pemeriksaan Huijsen menjadi penting. Berdasarkan audio VAR, tim wasit menilai tindakan tersebut lebih menyerupai penahanan terhadap lawan daripada tekel yang bertujuan merebut bola. Selain itu, posisi kiper dianggap tidak memungkinkan untuk menghentikan peluang Simeone.
Derbi Madrid Kembali Diwarnai Perdebatan Wasit
Mundo Deportivo menyebut insiden Huijsen sebagai intervensi VAR kedua dalam derbi Madrid yang berlangsung tegang. Laporan tersebut juga menilai bahwa Huijsen seharusnya langsung menerima kartu merah pada keputusan pertama, sebelum kesalahan itu dikoreksi melalui bantuan VAR.
Penilaian tersebut menunjukkan perbedaan antara keputusan lapangan dan evaluasi setelah tayangan ulang. Dalam situasi pertandingan dengan tempo tinggi, wasit harus mengambil keputusan dalam hitungan detik. VAR kemudian berfungsi sebagai mekanisme koreksi apabila terdapat kemungkinan kesalahan serius dan jelas.
Meski demikian, sistem VAR tidak otomatis mengambil alih keputusan wasit. Petugas di ruang VAR hanya menyarankan pemeriksaan ketika menemukan potensi kesalahan yang memenuhi ambang intervensi. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama setelah melihat tayangan di monitor.
Insiden Kang-in Lee Ikut Disorot
Selain kartu merah Huijsen, Mundo Deportivo juga menyinggung sebuah insiden yang melibatkan Kang-in Lee. Menurut laporan tersebut, tindakan terhadap pemain itu semestinya dikenai sanksi yang berbeda.
Namun, laporan yang sama tidak menjelaskan secara rinci jenis pelanggaran, waktu kejadian, maupun hukuman yang dianggap tepat. Karena itu, insiden tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesalahan tertentu dari tim wasit.
Pemberitaan mengenai Kang-in Lee memperlihatkan bahwa sejumlah keputusan dalam derbi masih menjadi bahan evaluasi setelah pertandingan. Akan tetapi, perubahan kartu Huijsen menjadi kartu merah merupakan insiden yang paling jelas karena prosesnya terekam dalam audio VAR.
Evaluasi CTA dan Agenda Time of Review
Menurut laporan yang diterbitkan pada 21 September 2026, Komite Teknis CTA dijadwalkan menganalisis sejumlah insiden kontroversial dalam derbi pada Senin. CTA atau Comité Técnico de Árbitros merupakan badan teknis yang menangani aspek kepemimpinan wasit di sepak bola Spanyol.
Insiden yang dipilih untuk evaluasi disebut berasal dari seleksi sistem kecerdasan buatan La Liga. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi momen-momen pertandingan yang berpotensi menimbulkan perdebatan, meskipun penilaian teknis tetap dilakukan oleh pihak berwenang.
Hasil evaluasi kemudian dijadwalkan masuk dalam agenda publik Time of Review pada Selasa, 22 September 2026. Berdasarkan kalender tersebut, sesi itu berlangsung sehari setelah audio VAR dirilis. Sumber tidak mencantumkan jam pelaksanaannya, sehingga waktu kegiatan tidak dapat dikonversi secara spesifik ke Waktu Indonesia Barat (WIB).
Jadwal tersebut perlu dipahami sebagai rencana yang tercantum dalam laporan Mundo Deportivo pada 21 September 2026. Informasi mengenai hasil akhir evaluasi atau perubahan penilaian resmi belum termasuk dalam materi sumber yang tersedia.
Relevansi Keputusan Ini bagi La Liga 2026
Kasus Huijsen menjadi contoh penting bagaimana VAR terus memengaruhi pertandingan La Liga pada musim 2026. Bukan hanya gol dan penalti yang diperiksa, tetapi juga keputusan kartu merah yang dapat mengubah keseimbangan pertandingan dalam waktu singkat.
Bagi klub, kartu merah karena DOGSO memiliki konsekuensi besar. Tim kehilangan satu pemain, harus mengubah struktur pertahanan, dan berpotensi menghadapi sanksi tambahan setelah pertandingan. Dalam derbi dengan intensitas tinggi, perubahan jumlah pemain sering kali memengaruhi pendekatan taktik, penguasaan bola, serta cara tim mengelola risiko.
Dari sudut pandang wasit, kasus ini juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menilai peluang mencetak gol. Keputusan tidak cukup hanya didasarkan pada kontak fisik. Posisi bola, arah serangan, jarak dari gawang, peluang kiper, serta niat pemain bertahan harus dianalisis secara bersamaan.
Publik sepak bola Spanyol masih akan memperhatikan bagaimana CTA menjelaskan insiden tersebut. Transparansi melalui audio VAR dan forum evaluasi seperti Time of Review dapat membantu suporter memahami alasan teknis di balik keputusan yang sering kali terlihat kontroversial dari tribun atau layar televisi.
Kesimpulan
Dean Huijsen dikeluarkan dari lapangan setelah pemeriksaan VAR mengubah kartu kuningnya menjadi kartu merah dalam derbi Madrid. Wasit Miguel Ángel Ortiz Arias tetap mempertahankan keputusan penalti, tetapi menilai pelanggaran terhadap Giuliano Simeone memenuhi unsur DOGSO.
Audio yang dirilis Mundo Deportivo menunjukkan bahwa penilaian mengenai posisi kiper dan tidak adanya perebutan bola menjadi dasar utama perubahan sanksi. Kasus ini selanjutnya dijadwalkan masuk dalam evaluasi CTA dan agenda publik Time of Review pada 22 September 2026.
FAQ
Mengapa kartu kuning Dean Huijsen diubah menjadi kartu merah?
Kartu kuning diubah menjadi kartu merah karena wasit menilai Huijsen menghentikan peluang mencetak gol yang jelas terhadap Giuliano Simeone. Pelanggaran tersebut dianggap memenuhi unsur DOGSO setelah ditinjau melalui VAR.
Apakah penalti tetap diberikan setelah kartu Huijsen berubah menjadi merah?
Ya. Penalti tetap dipertahankan karena pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti. Perubahan sanksi hanya menyangkut kartu yang diterima Huijsen.
Siapa yang meminta wasit meninjau ulang insiden tersebut?
Petugas VAR Daniel Trujillo merekomendasikan pemeriksaan di monitor setelah menilai terdapat kemungkinan Huijsen layak menerima kartu merah karena DOGSO.
Kapan evaluasi insiden derbi Madrid dijadwalkan?
Berdasarkan laporan Mundo Deportivo tertanggal 21 September 2026, CTA dijadwalkan menganalisis insiden pada Senin dan memasukkan sejumlah tayangan ke agenda publik Time of Review pada Selasa, 22 September 2026. Sumber tidak mencantumkan jam acara.