Atlético Madrid Tekuk Levante 2-0, Simeone Samai Rekor Kemenangan LaLiga Aragonés
Kemenangan tandang Atlético Madrid atas Levante bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil 2-0 di Valencia pada Sabtu, 31 Oktober 2026, juga menjadi tonggak penting bagi Diego Simeone: ia menyamai rekor kemenangan LaLiga milik legenda klub, Luis Aragonés. Pelatih asal Argentina itu kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi pemegang rekor tunggal.
Catatan tersebut terasa semakin istimewa karena Atlético akan menghadapi Barcelona pada pertandingan berikutnya di liga. Namun, sebelum menatap laga besar di Riyadh Air Metropolitano, kemenangan atas Levante memperlihatkan dua sisi tim Simeone: tajam dalam memanfaatkan peluang penting, tetapi juga sangat bergantung pada ketangguhan Jan Oblak ketika lawan mengancam.
Hasil Levante vs Atlético Madrid dan Rekor Simeone
Atlético membawa pulang kemenangan 2-0 dari kandang Levante. Hasil itu mengantar Simeone menyamai jumlah kemenangan LaLiga yang pernah dicatat Aragonés sebagai pelatih. Menurut catatan Atlético, Simeone mencapai rekor tersebut setelah menangani tim dalam 565 pertandingan liga.
Kesempatan untuk melewati Aragonés secara tunggal datang pada pekan berikutnya. Atlético dijadwalkan menjamu Barcelona dalam pertandingan penutup pekan ke-12. Dengan demikian, duel di Madrid tidak hanya penting bagi persaingan papan atas, tetapi juga berpotensi menjadi malam bersejarah bagi pelatih berusia 56 tahun itu.
Atlético sedang berada dalam tren positif. Kemenangan atas Levante merupakan kemenangan liga ketujuh secara beruntun dan sempat membawa mereka ke puncak klasemen. Setelah 11 pertandingan, catatan mereka adalah sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan—total 28 poin. Real Madrid berada di posisi ketiga dengan 24 poin dari 10 laga.
Jalannya Pertandingan Levante vs Atlético Madrid
Levante sempat membuat Atlético bekerja keras sejak babak pertama. Pada menit ke-17, gol Morten Hjulmand dianulir setelah peninjauan VAR. Satu menit kemudian, pelatih Levante Luís Castro menerima kartu kuning karena melakukan protes. Momen tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Atlético memasuki jeda dengan keunggulan satu gol. Setelah itu, mereka menambah gol kedua melalui rangkaian serangan yang melibatkan umpan Álex Baena. Meski berhasil mengamankan kemenangan dengan selisih dua gol, angka akhir pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan banyaknya ancaman yang dibuat tuan rumah.
Levante lebih sering mengancam dari dalam kotak penalti
Statistik peluang menunjukkan Levante mampu merepotkan lini belakang Atlético. Tuan rumah mencatat 14 tembakan dari dalam kotak penalti, sedangkan Atlético hanya melepaskan tiga tembakan dari area yang sama. Catatan expected goals atau xG Levante mencapai 1,33, lebih tinggi dibandingkan Atlético yang membukukan 0,63.
xG merupakan perkiraan kualitas peluang berdasarkan sejumlah faktor, termasuk posisi tembakan dan situasi yang mengawali peluang. Angka tersebut tidak menentukan hasil akhir, tetapi membantu menjelaskan mengapa Levante merasa punya kesempatan untuk mencetak gol. Mereka mendapatkan peluang yang cukup berbahaya, namun gagal mengubahnya menjadi gol.
Oblak menjadi penentu di bawah mistar
Jan Oblak berperan besar dalam menjaga keunggulan Atlético. Sekitar menit ke-10, kiper Slovenia itu melakukan penyelamatan satu tangan untuk menggagalkan peluang Dani Requena, sebagaimana dilaporkan Infobae melalui EFE. Ia menutup pertandingan dengan rating 8,08.
Penampilan tersebut menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal efektivitas Atlético di depan gawang. Ketika Levante meningkatkan tekanan dan menemukan ruang untuk menembak, Oblak hadir sebagai penghalang terakhir. Bagi tim yang ingin menjaga rentetan kemenangan, kemampuan kiper mengamankan peluang lawan dapat sama pentingnya dengan gol yang dicetak penyerang.
Penguasaan Bola dan Pergantian Pemain Atlético
Atlético menguasai bola sebanyak 54 persen dan mencatat 560 operan, sementara Levante membukukan 450 operan. Angka penguasaan bola itu menunjukkan tim tamu lebih banyak mengendalikan sirkulasi permainan, meskipun Levante mampu menciptakan lebih banyak tembakan berbahaya di area penalti.
Simeone melakukan empat pergantian pemain dalam dua gelombang. Pada menit ke-67, Jonathan David dan Sørloth masuk menggantikan Lee Kang-In dan Julián Álvarez. Sembilan menit kemudian, Le Normand serta Lookman menggantikan Barrios dan Baena. Pergantian tersebut memberi Atlético tenaga baru pada fase akhir pertandingan saat Levante masih berusaha mencari jalan kembali ke dalam laga.
Hasilnya, Atlético dapat mempertahankan keunggulan tanpa kehilangan kendali atas pertandingan. Walau statistik peluang memberi gambaran bahwa Levante cukup berbahaya, tim tamu mampu menjaga struktur permainan dan tidak membiarkan tekanan tuan rumah mengubah skor.
Aragonés dan Simeone dalam Sejarah Atlético Madrid
Rekor kemenangan LaLiga bukan satu-satunya tolok ukur yang menempatkan Simeone dalam sejarah Atlético. Dalam seluruh kompetisi resmi bersama klub, ia telah mengantongi 479 kemenangan dari 813 pertandingan. Aragonés, yang juga memiliki peran besar dalam sejarah klub, mencatat 308 kemenangan dari 612 laga.
Perbandingan itu mencakup pertandingan di berbagai ajang, bukan hanya LaLiga. Karena itu, rekor yang disamai Simeone dalam laga melawan Levante memiliki konteks khusus: pencapaian tersebut mengacu pada kemenangan di kompetisi liga. Di luar catatan itu, jumlah kemenangan keseluruhan Simeone bersama Atlético sudah melampaui angka Aragonés.
Prestasi Simeone juga tercermin dari koleksi trofi. Atlético mencatat pelatih Argentina tersebut telah mempersembahkan delapan gelar, dua lebih banyak dibandingkan enam gelar yang diraih Aragonés sebagai pelatih klub. Angka-angka ini menggambarkan konsistensi Simeone dalam membawa tim bersaing dan meraih gelar selama masa kepemimpinannya.
Jadwal Atlético dan Levante Berikutnya
Agenda Atlético tetap padat setelah kemenangan di Valencia. Mereka dijadwalkan menjamu Bayern München pada Selasa, 3 November 2026, dalam fase liga Liga Champions. Setelah itu, perhatian kembali tertuju pada LaLiga dan lawatan Barcelona ke Riyadh Air Metropolitano.
Laga Atlético melawan Barcelona menjadi pertandingan terakhir pekan ke-12. Kick-off dijadwalkan pukul 21.00 waktu setempat pada Minggu, 8 November. Karena Spanyol menggunakan waktu CET pada November, jadwal tersebut setara dengan Senin, 9 November pukul 03.00 WIB. Jika Atlético menang, Simeone akan melewati Aragonés dan memegang rekor kemenangan LaLiga itu sendirian.
Levante, sementara itu, berupaya bangkit setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun. Mereka dijadwalkan bertandang ke Tarancón pada Kamis, 5 November, untuk pertandingan Copa del Rey. Laga liga berikutnya adalah kunjungan ke markas Celta de Vigo pada Minggu, 8 November pukul 18.30 waktu setempat, atau Senin, 9 November pukul 00.30 WIB.
Levante berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 10 poin setelah kekalahan dari Atlético. Jadwal berikutnya memberi mereka kesempatan untuk merespons hasil tersebut, sementara Atlético menghadapi rangkaian ujian yang berpotensi menentukan arah musim: Bayern di Eropa dan Barcelona di kompetisi domestik.
Arti Kemenangan Ini bagi Persaingan LaLiga
Dengan 28 poin dari 11 pertandingan, Atlético berada dalam posisi kuat, tetapi jarak di klasemen perlu dibaca dengan memperhatikan jumlah laga yang sudah dimainkan. Real Madrid masih mengantongi satu pertandingan lebih sedikit dan mengumpulkan 24 poin dari 10 laga. Artinya, persaingan papan atas belum ditentukan oleh hasil satu akhir pekan saja.
Rentetan tujuh kemenangan liga tetap menjadi modal penting bagi Atlético menjelang duel dengan Barcelona. Selain memperkuat posisi mereka, tren tersebut menambah tekanan bagi lawan yang datang ke Metropolitano. Namun, pertandingan melawan Levante juga memberi catatan yang dapat menjadi bahan evaluasi: tim Simeone harus terus mengurangi peluang lawan, terutama ketika statistik tembakan dan xG menunjukkan ancaman yang cukup besar.
Pada akhirnya, kemenangan 2-0 ini memadukan hasil penting bagi klasemen dengan pencapaian personal bagi Simeone. Atlético mendapatkan tiga poin, memperpanjang laju positif, dan membawa pelatihnya ke ambang rekor baru. Pertandingan melawan Barcelona kini menjadi kesempatan berikutnya untuk mengubah momen bersejarah itu menjadi pencapaian tunggal.
FAQ
Rekor apa yang disamai Diego Simeone setelah Atlético mengalahkan Levante?
Simeone menyamai rekor kemenangan LaLiga sebagai pelatih Atlético Madrid yang sebelumnya dipegang Luis Aragonés. Ia mencapai catatan tersebut setelah 565 pertandingan liga bersama klub.
Berapa skor Levante vs Atlético Madrid pada 31 Oktober 2026?
Atlético Madrid menang 2-0 di kandang Levante. Kemenangan itu juga menjadi kemenangan liga ketujuh secara beruntun bagi tim asuhan Simeone.
Kapan Atlético Madrid menghadapi Barcelona?
Atlético dijadwalkan menjamu Barcelona pada Minggu, 8 November 2026 pukul 21.00 waktu setempat. Waktu tersebut setara dengan Senin, 9 November pukul 03.00 WIB.
Bagaimana kontribusi Jan Oblak dalam kemenangan tersebut?
Oblak melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis peluang Dani Requena sekitar menit ke-10. Ia menutup laga dengan rating 8,08 dan membantu Atlético menjaga gawangnya tetap aman.
Sumber: LaLiga EA SPORTS 2026/27; Club Atlético de Madrid; laporan Levante–Atlético Madrid dari Infobae/EFE; jadwal fase liga Liga Champions 2026/27.