Atlético Madrid mengalahkan Deportivo La Coruña 1-0 pada jornada ke-10 La Liga 2026 berkat gol Julián Álvarez. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Atlético di peringkat kedua, hanya terpaut dua poin dari Barcelona.
Atlético Madrid kembali menunjukkan ketangguhan mereka di La Liga Spanyol 2026. Bermain di Riyadh Air Metropolitano pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Los Colchoneros menundukkan Deportivo La Coruña dengan skor tipis 1-0. Julián Álvarez menjadi penentu kemenangan melalui gol tiga menit setelah babak kedua dimulai.
Hasil ini memperpanjang tren positif Atlético Madrid sekaligus menjaga tekanan terhadap Barcelona di puncak klasemen. Di sisi lain, Deportivo harus menerima kenyataan bahwa dominasi dalam sejumlah statistik pertandingan belum cukup untuk membawa mereka pulang dengan poin.
Julián Álvarez Menentukan Hasil Pertandingan
Babak pertama berlangsung tanpa gol. Atlético Madrid memang lebih banyak menguasai bola, tetapi mereka kesulitan menemukan ruang di area pertahanan Deportivo. Marc Pubill menjadi satu-satunya pemain yang menerima kartu kuning sebelum jeda, tepatnya pada menit ke-26.
Perubahan skor baru terjadi pada menit ke-48. Julián Álvarez menyelesaikan peluang yang dibangun melalui umpan Álex Grimaldo. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga peluit akhir.
Bagi Álvarez, penampilan ini kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pemain terpenting dalam lini serang Atlético. Penyerang asal Argentina itu mencatatkan empat tembakan dan menciptakan lima peluang bagi rekan-rekannya. Dengan kontribusi tersebut, ia memperoleh rating 8,2—tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil.
Grimaldo Berperan Penting dari Sisi Lapangan
Selain Álvarez, Álex Grimaldo juga tampil menonjol. Pemain yang memberikan assist untuk gol kemenangan itu mendapatkan rating 8,03. Distribusi bola dan kemampuannya membantu serangan dari area lebar memberikan Atlético opsi tambahan ketika Deportivo menutup jalur tengah.
Gol pada awal babak kedua juga mengubah dinamika pertandingan. Atlético tidak perlu mengambil risiko terlalu besar untuk mengejar gol, sementara Deportivo dipaksa meningkatkan intensitas serangan demi menyamakan kedudukan.
Deportivo Lebih Berbahaya dalam Sejumlah Statistik
Menariknya, kemenangan Atlético tidak sepenuhnya mencerminkan dominasi mereka dalam hal kualitas peluang. Deportivo La Coruña mencatat expected goals atau xG sebesar 1,73, lebih tinggi dibandingkan Atlético yang berada di angka 1,49.
Tim tamu juga melepaskan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Atlético hanya menghasilkan empat tembakan ke arah gawang. Dari total 15 percobaan, Deportivo mengambil 10 tembakan dari dalam kotak penalti. Statistik ini menunjukkan bahwa mereka beberapa kali mampu menembus area berbahaya di pertahanan tuan rumah.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir dan penampilan Jan Oblak menjadi pembeda. Penjaga gawang Atlético tersebut melakukan lima penyelamatan penting dan meraih rating 7,82. Oblak kembali memperlihatkan mengapa pengalaman serta ketenangannya sangat berharga dalam pertandingan dengan margin kemenangan tipis.
Oblak dan Lini Belakang Menjaga Keunggulan
Atlético juga mendapatkan kontribusi positif dari Hancko yang mencatatkan rating 7,67. Robin Le Normand, yang bermain selama 45 menit, memperoleh rating 7,51. Keduanya membantu Atlético mempertahankan keunggulan ketika Deportivo meningkatkan tekanan pada babak kedua.
Di bawah arahan Diego Simeone, Atlético dikenal mampu mengelola pertandingan setelah unggul. Pola tersebut kembali terlihat di Metropolitano. Setelah mencetak gol, mereka lebih fokus menjaga struktur pertahanan dan mengurangi risiko kehilangan bola di area vital.
Atlético Unggul dalam Penguasaan Bola, tetapi Tidak Efisien dari Jarak Dekat
Atlético menguasai 56 persen bola dan mencatatkan 545 operan, berbanding 434 milik Deportivo. Mereka juga melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan. Akan tetapi, 14 percobaan tersebut berasal dari luar kotak penalti.
Data itu menggambarkan tantangan yang dihadapi Atlético dalam membongkar blok pertahanan Deportivo. Penguasaan bola yang lebih tinggi tidak otomatis menghasilkan peluang bersih. Banyak serangan tuan rumah berakhir dengan tembakan dari jarak jauh, sementara Deportivo justru lebih sering mengarahkan bola dari area dalam kotak penalti.
Meski demikian, Atlético memiliki keunggulan utama dalam memanfaatkan momen. Satu peluang yang dikonversi Álvarez sudah cukup untuk menghasilkan tiga poin, sedangkan Deportivo gagal memaksimalkan peluang-peluang yang mereka dapatkan.
Pertandingan Memanas pada Menit-Menit Akhir
Situasi di lapangan menjadi lebih emosional menjelang akhir pertandingan. Yeremay Hernández menerima kartu kuning pada menit ke-75, disusul Giacomo Quagliata empat menit kemudian.
Atlético kemudian mendapat tiga kartu kuning dalam rentang waktu hanya tiga menit. Alexander Sørloth dihukum karena melakukan protes pada menit ke-85, Álex Baena menerima kartu akibat pelanggaran pada menit ke-86, sedangkan Giuliano Simeone Baldini mendapat kartu karena dissent pada menit ke-87.
Wasit José María Sánchez Martínez mengeluarkan total enam kartu kuning. Empat di antaranya diberikan kepada pemain Atlético Madrid. Situasi ini memperlihatkan tingginya tensi pertandingan, terutama ketika Deportivo berusaha mengejar gol penyeimbang dan Atlético berupaya mempertahankan keunggulan.
Álex Baena tetap menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Ia sudah mencetak lima gol di La Liga musim ini dan menempati posisi kedelapan dalam daftar pencetak gol sementara kompetisi.
Atlético Madrid Menempel Barcelona di Puncak Klasemen
Kemenangan atas Deportivo membuat Atlético Madrid mengoleksi 25 poin dan bertahan di posisi kedua klasemen La Liga 2026. Mereka hanya tertinggal dua angka dari Barcelona, yang masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Real Madrid berada di peringkat ketiga dengan 21 poin. Dengan persaingan yang masih berlangsung pada fase awal musim, selisih poin di antara tiga klub besar tersebut membuat setiap pertandingan menjadi penting. Kemenangan tipis seperti yang diraih Atlético tetap memiliki nilai besar karena menjaga mereka tetap berada dalam jalur perebutan gelar.
Hasil ini juga menjadi kemenangan liga kelima secara beruntun bagi Atlético. Dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, mereka belum terkalahkan. Satu-satunya hasil yang menghambat catatan sempurna tersebut adalah hasil imbang 1-1 melawan VfB Stuttgart.
Dominasi Atlético atas Deportivo Berlanjut
Atlético Madrid kembali mencatatkan kemenangan 1-0 atas Deportivo. Ini merupakan kali keempat secara beruntun kedua tim mengakhiri pertemuan dengan skor tersebut.
Rangkaian itu juga mencakup pertandingan Copa del Rey di A Coruña pada 13 Januari 2026. Konsistensi Atlético dalam mengalahkan Deportivo dengan skor tipis menunjukkan bahwa pertandingan antara kedua klub cenderung berlangsung ketat dan minim gol.
Deportivo La Coruña Masih Mencari Kemenangan
Deportivo La Coruña kini menempati posisi ke-10 dengan 11 poin dan selisih gol nol. Hasil di Metropolitano memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi enam pertandingan di semua kompetisi.
Dalam periode tersebut, Deportivo juga menelan kekalahan dari Real Sociedad dan FC Porto. Walaupun mampu menciptakan peluang berkualitas saat menghadapi Atlético, mereka tetap membutuhkan peningkatan dalam penyelesaian akhir dan konsistensi pertahanan.
Jadwal berikutnya memberikan kesempatan bagi Deportivo untuk mengalihkan fokus ke Copa del Rey. Mereka akan menghadapi Auriense di laga tandang pada Kamis, 29 Oktober 2026. Waktu kickoff tidak tercantum dalam data pertandingan yang tersedia, sehingga konversi jam ke WIB belum dapat dipastikan.
Atlético Madrid selanjutnya kembali berlaga di La Liga dengan bertandang ke markas Levante pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Sama seperti pertandingan Copa del Rey Deportivo, jam pertandingan belum tersedia dalam informasi yang diberikan. Jika laga berlangsung pada malam hari waktu Spanyol, pertandingan berpotensi disaksikan pada dini hari waktu Indonesia Barat, tetapi jadwal resminya tetap perlu menunggu konfirmasi.
Makna Kemenangan bagi Persaingan La Liga 2026
Kemenangan ini memberikan beberapa gambaran penting mengenai persaingan La Liga musim 2026. Pertama, Atlético masih mampu meraih hasil maksimal meskipun tidak selalu menciptakan peluang paling berbahaya. Kedua, peran Oblak tetap krusial ketika lawan berhasil masuk ke area penalti.
Ketiga, kedalaman dan kualitas pemain menyerang menjadi modal penting bagi Atlético. Álvarez dapat menentukan pertandingan lewat satu momen, sementara Grimaldo memberikan kreativitas dari sisi lapangan. Kombinasi tersebut membuat Atlético tetap berbahaya meskipun permainan mereka tidak selalu dominan dalam hal peluang.
Bagi Deportivo, kekalahan ini tidak sepenuhnya menunjukkan penampilan buruk. Catatan xG dan jumlah tembakan tepat sasaran memperlihatkan bahwa mereka mampu menyulitkan salah satu kandidat papan atas. Tantangan terbesar mereka adalah mengubah peluang menjadi gol dan mempertahankan konsentrasi ketika menghadapi tekanan pada fase akhir pertandingan.
FAQ Seputar Atlético Madrid vs Deportivo La Coruña
Berapa skor Atlético Madrid melawan Deportivo La Coruña?
Atlético Madrid menang 1-0 atas Deportivo La Coruña dalam pertandingan jornada ke-10 La Liga 2026.
Siapa pencetak gol Atlético Madrid?
Julián Álvarez mencetak satu-satunya gol pada menit ke-48. Gol tersebut tercipta melalui assist Álex Grimaldo.
Siapa pemain terbaik dalam pertandingan?
Julián Álvarez menjadi pemain dengan rating tertinggi, yaitu 8,2. Jan Oblak juga tampil penting setelah melakukan lima penyelamatan.
Bagaimana posisi Atlético Madrid di klasemen La Liga 2026?
Atlético Madrid berada di peringkat kedua dengan 25 poin, tertinggal dua poin dari Barcelona yang masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Real Madrid menempati posisi ketiga dengan 21 poin.