Athletic Club menghentikan laju empat kemenangan beruntun Real Sociedad di La Liga lewat kemenangan 2-1 di San Mamés. Gol penentu Álex Berenguer dari titik putih menjadi sumber kontroversi, sementara Athletic kembali kehilangan penyerang akibat cedera.
Athletic Club mengamankan tiga poin sekaligus kebanggaan sebagai penguasa Derby Basque setelah menaklukkan Real Sociedad 2-1 di San Mamés, Minggu, 1 November 2026. Seluruh gol tercipta pada babak pertama, dalam pertandingan yang berakhir dengan protes keras tim tamu terhadap penalti yang dieksekusi Álex Berenguer.
Hasil ini memutus rangkaian empat kemenangan liga Real Sociedad. Bagi Athletic, kemenangan tersebut memperpanjang tren positif menjadi tiga kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Namun, raihan penting itu dibayangi kabar kurang menyenangkan: Maroan Sannadi mengalami masalah pada hamstring dan menambah daftar penyerang Athletic yang cedera.
Gol-gol tercipta sebelum jeda
Athletic membuka skor melalui serangan yang dibangun dari sisi sayap. Nico Williams menjadi pemberi assist untuk gol pertama tuan rumah, tetapi Real Sociedad mampu merespons sebelum pertandingan memasuki jeda. Luka Sučić menyamakan kedudukan sekitar menit ke-30 dan sempat menghidupkan kembali peluang tim tamu.
Penentuan laga kemudian datang dari titik putih. Berenguer mencetak gol penalti yang membawa Athletic kembali unggul dan akhirnya menjadi gol kemenangan. Dengan seluruh gol lahir pada babak pertama, paruh kedua pertandingan lebih banyak diwarnai upaya Real Sociedad mengejar ketertinggalan serta perdebatan mengenai keputusan wasit.
Sebanyak 50.092 penonton menyaksikan derby tersebut di San Mamés. Sebelum sepak mula, kiper Athletic Unai Simón memperlihatkan trofi Yashin yang diraihnya kepada publik tuan rumah. Momen penghormatan juga digelar melalui mengheningkan cipta bagi para korban kecelakaan kereta api Urda.
Real Sociedad mempersoalkan penalti Berenguer
Keputusan yang berujung pada penalti menjadi pokok keberatan Real Sociedad setelah pertandingan. Dalam laporan resminya, klub menyebut hadiah penalti tersebut sebagai keputusan yang keliru dan mempertanyakan mengapa VAR tidak meminta wasit meninjau ulang insiden itu.
Menurut penjelasan Real Sociedad, data dari chip yang tertanam di bola menunjukkan Jon Aramburu lebih dahulu menyentuh bola ketika melakukan tekel terhadap Nico Williams. Klaim tersebut menjadi dasar keberatan klub terhadap keputusan di lapangan. Namun, informasi itu merupakan argumentasi dari pihak Real Sociedad; pertandingan tetap berakhir dengan gol Berenguer yang disahkan sebagai penentu kemenangan Athletic.
Pelatih Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo, juga menyampaikan ketidaksetujuannya. Ia menilai insiden tersebut bukan penalti dan mempertanyakan keputusan VAR untuk tidak melakukan intervensi. Ketegangan di sisi lapangan terlihat ketika Matarazzo menerima kartu kuning pada menit ke-65 karena protes. Satu menit sebelumnya, Mamadou Sarr lebih dahulu mendapat hukuman serupa.
Wasit Alejandro Hernández mengeluarkan empat kartu kuning untuk pemain Real Sociedad, sementara Athletic menerima dua kartu. Jumlah kartu tersebut mencerminkan intensitas derby, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh dinamika pertandingan. Kontak fisik, keputusan dalam duel, dan respons terhadap keputusan wasit kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari laga dengan rivalitas tinggi seperti ini.
Penguasaan bola Real Sociedad, peluang Athletic lebih berbahaya
Statistik pertandingan memperlihatkan dua gambaran yang berbeda. Real Sociedad lebih dominan dalam penguasaan bola dan mencatat 514 operan akurat, jauh di atas 307 operan akurat Athletic. Angka itu menunjukkan tim tamu lebih sering mengontrol sirkulasi permainan, terutama ketika berusaha membangun serangan melalui penguasaan bola.
Namun, dominasi operan tidak otomatis berarti sebuah tim menciptakan peluang paling berbahaya. Athletic tampil lebih efektif saat mendapatkan ruang untuk menyerang dan mampu memanfaatkan momen penting di depan gawang. Perbedaan efisiensi ini membantu menjelaskan mengapa tuan rumah tetap menang meski tidak unggul dalam jumlah operan sukses.
Unai Simón membuat empat penyelamatan, sedangkan Álex Remiro hanya mencatat satu penyelamatan. Catatan tersebut mengindikasikan Simón lebih sering diuji sepanjang pertandingan. Sučić menjadi pemain dengan rating tertinggi di lapangan, yakni 7,52, setelah berperan penting dalam menjaga Real Sociedad tetap kompetitif lewat gol penyama kedudukan.
Robert Navarro juga memberi kontribusi dalam fase menyerang Athletic. Ia bermain selama 83 menit dan menciptakan empat peluang kunci, dengan rating 7,2. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman tuan rumah tidak hanya datang dari Nico Williams. Kemampuan menciptakan peluang dari beberapa pemain menjadi faktor penting bagi Athletic, terutama ketika menghadapi lawan yang lebih banyak menguasai bola.
Kemenangan penting, tetapi Athletic kehilangan Sannadi
Hasil di San Mamés memperbaiki posisi Athletic dalam persaingan liga, tetapi kemenangan itu dibayar dengan potensi kehilangan pemain di lini depan. Maroan Sannadi merasakan masalah pada hamstring sejak awal pertandingan. Klub masih membutuhkan satu atau dua hari untuk mengetahui tingkat cedera dan perkiraan waktu pemulihannya.
Kondisi itu menjadi perhatian karena Athletic sudah lebih dahulu kehilangan Gorka Guruzeta. Sang penyerang mengalami cedera lutut serius saat menghadapi Valencia pada 17 Oktober. Dengan dua pemain depan yang bermasalah, kedalaman skuad untuk pilihan di lini serang menjadi isu yang perlu dipantau dalam jadwal berikutnya.
Di sisi positif, kemenangan atas Real Sociedad merupakan kemenangan ketiga Athletic secara beruntun di semua ajang. Sebelum derby, mereka menang besar 6-1 atas Prat dan mengalahkan Getafe 4-0. Rentetan hasil tersebut memberikan dorongan kepercayaan diri, meski padatnya jadwal dan kondisi kebugaran pemain akan menjadi ujian tersendiri.
Setelah pertandingan ini, Athletic berada di posisi ketujuh klasemen dan tertinggal dua poin dari Sevilla, berdasarkan situasi yang tercatat seusai laga. Mereka juga masih memiliki satu pertandingan tertunda. Real Betis disebut unggul empat poin dari Real Sociedad, sehingga hasil di Bilbao menjadi pukulan bagi upaya tim asuhan Matarazzo menjaga momentum di papan klasemen.
Laga Athletic yang tertunda akan dimainkan tanpa penonton
Athletic masih memiliki satu pertandingan La Liga yang belum dimainkan, yakni laga pekan kedelapan melawan Rayo Vallecano. Pertandingan tersebut sebelumnya dihentikan setelah sejumlah benda jatuh ke lapangan, termasuk pesawat kertas dan bola-bola kecil berbahan silikon.
Rayo Vallecano dijatuhi denda €6.000, yang disebut sebagai sanksi maksimal berdasarkan kode disiplin terkait. Laga lanjutan dijadwalkan berlangsung di Vallecas pada Rabu, 9 Desember 2026, pukul 20.00 waktu Spanyol atau Kamis, 10 Desember pukul 02.00 WIB. Pertandingan itu akan digelar tanpa penonton.
Penjadwalan ulang tersebut penting bagi Athletic karena hasilnya dapat memengaruhi posisi mereka di klasemen. Namun, laga yang dimainkan tertutup juga menghadirkan suasana berbeda dari pertandingan biasa: dukungan suporter tuan rumah tidak akan hadir langsung di stadion, sementara kedua tim tetap harus menyelesaikan sisa pertandingan dalam kondisi kompetitif.
Jadwal berikutnya untuk Athletic dan Real Sociedad
Real Sociedad lebih dahulu kembali beraksi dengan menjamu Lyon pada fase liga Liga Europa, Kamis, 5 November 2026. Waktu sepak mula tidak dicantumkan dalam informasi pertandingan yang tersedia, sehingga konversi jam ke WIB tidak dapat dipastikan di sini.
Berikutnya, Athletic bertandang untuk menghadapi Osasuna pada pekan ke-12 La Liga, Sabtu, 7 November 2026, pukul 18.30 waktu Spanyol. Dengan asumsi waktu tersebut menggunakan zona waktu setempat di Spanyol daratan, pertandingan berlangsung pada Minggu, 8 November pukul 00.30 WIB.
Derby ini memberi Athletic tiga poin berharga, tetapi belum mengakhiri pekerjaan mereka pada musim berjalan. Mereka perlu menjaga performa sekaligus mengelola kondisi para penyerang. Sementara itu, Real Sociedad harus segera mengalihkan perhatian ke Liga Europa dan kompetisi domestik, meski polemik penalti di San Mamés kemungkinan masih menjadi bahan pembicaraan setelah laga.
FAQ
Berapa skor Athletic Club melawan Real Sociedad?
Athletic Club menang 2-1 atas Real Sociedad di San Mamés pada Minggu, 1 November 2026. Semua gol tercipta pada babak pertama.
Mengapa Real Sociedad memprotes penalti Berenguer?
Real Sociedad menilai tekel Jon Aramburu terhadap Nico Williams tidak layak dihukum penalti. Klub menyatakan data chip pada bola menunjukkan Aramburu menyentuh bola lebih dahulu dan mempertanyakan mengapa VAR tidak meminta peninjauan ulang.
Bagaimana kondisi Maroan Sannadi setelah derby?
Sannadi mengalami masalah pada hamstring pada awal pertandingan. Athletic menyatakan perlu satu atau dua hari untuk mengetahui lebih jelas tingkat cedera dan perkiraan masa pemulihannya.
Kapan pertandingan Athletic melawan Rayo Vallecano yang tertunda dimainkan?
Laga tersebut dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu, 9 Desember 2026 pukul 20.00 waktu Spanyol, atau Kamis, 10 Desember pukul 02.00 WIB. Pertandingan di Vallecas akan berlangsung tanpa penonton.