Inter Milan menghadapi dilema dalam mengelola Aleksandar Stankovic setelah gelandang muda Serbia itu hanya mendapat 16 menit bermain pada awal musim Serie A 2026.
Inter Milan tampaknya belum menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan potensi Aleksandar Stankovic. Gelandang muda asal Serbia tersebut sebelumnya dipandang sebagai salah satu aset penting klub, tetapi persaingan di lini tengah semakin ketat setelah kedatangan Curtis Jones.
Situasi itu membuat Stankovic lebih sering berada di bangku cadangan. Padahal, Inter telah mengeluarkan dana besar untuk membawanya kembali dari Club Brugge dan menolak tawaran tinggi dari klub lain. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Nerazzurri memiliki rencana jangka panjang terhadap sang pemain.
Namun, kepercayaan dalam bentuk investasi belum berbanding lurus dengan kesempatan tampil. Hingga periode awal kompetisi Serie A 2026, Stankovic baru mencatatkan dua penampilan sebagai pemain pengganti dengan total waktu bermain 16 menit. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai masa depannya di bawah arahan Christian Chivu.
Inter Mengeluarkan Dana Besar untuk Memulangkan Stankovic
Inter Milan memutuskan mengaktifkan klausul pembelian kembali Aleksandar Stankovic dari Club Brugge dengan nilai sekitar 23 juta euro. Keputusan tersebut diambil setelah sang pemain memperlihatkan perkembangan signifikan selama memperkuat klub Belgia.
Sebelumnya, Club Brugge membeli Stankovic dari Inter pada 2025 dengan biaya sekitar 9,5 juta euro. Dalam periode tersebut, gelandang berusia 21 tahun itu tampil dalam 55 pertandingan, mencetak sembilan gol, dan menyumbangkan lima assist.
Catatan tersebut terbilang positif bagi pemain yang masih berada pada tahap awal karier. Stankovic juga mampu tampil cukup meyakinkan di kompetisi Eropa, termasuk ketika menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih tinggi di Liga Champions UEFA musim sebelumnya.
Pengalaman di Belgia membuatnya tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemain akademi. Ia dinilai sudah memiliki kematangan taktik, kemampuan membaca permainan, serta keberanian untuk bermain dalam tekanan. Oleh karena itu, Inter bersedia membayar lebih dari dua kali lipat harga yang sebelumnya diterima ketika melepasnya ke Club Brugge.
Potensi Besar yang Belum Mendapat Panggung
Stankovic dikenal sebagai gelandang yang dapat bermain di beberapa posisi. Ia bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, pemain nomor delapan, maupun pengatur tempo dari area yang lebih dalam.
Dalam pramusim, ia terutama diuji sebagai pelapis Hakan Calhanoglu. Peran tersebut cukup penting karena Calhanoglu menjadi salah satu pusat permainan Inter, baik dalam membangun serangan maupun mengatur sirkulasi bola.
Stankovic memiliki karakteristik yang mendukung posisi itu. Ia mampu bergerak aktif tanpa bola, tidak ragu melakukan duel, dan memiliki kualitas umpan yang cukup baik. Beberapa penampilannya di laga persahabatan juga memperlihatkan bahwa ia dapat bermain dengan intensitas tinggi.
Masalahnya, penampilan di pramusim belum cukup untuk mengubah hierarki di skuad utama. Ketika Calhanoglu tidak tersedia, Chivu lebih sering memilih Piotr Zielinski. Sementara itu, Curtis Jones atau Petar Sucic digunakan untuk mengisi peran gelandang box-to-box.
Kedatangan Curtis Jones Mempersempit Peluang Bermain
Persaingan Stankovic semakin berat setelah Inter mendatangkan Curtis Jones. Mantan pemain Liverpool tersebut menambah pilihan bagi Chivu di lini tengah, khususnya untuk posisi gelandang yang mampu membawa bola ke depan dan membantu tekanan tinggi.
Kedatangan Jones juga mengubah peta persaingan internal. Sebelum transfer itu terjadi, Stankovic masih memiliki peluang untuk masuk ke dalam rotasi secara rutin. Namun, setelah Inter memiliki pemain tambahan dengan pengalaman di level Premier League dan kompetisi Eropa, menit bermainnya justru semakin sulit diperoleh.
Menurut laporan Calciomercato, hanya Djed Spence dan para penjaga gawang pelapis yang mencatatkan menit bermain lebih sedikit dibandingkan Stankovic. Spence disebut belum pernah tersedia untuk dimainkan, sedangkan Stankovic berada dalam kondisi kebugaran yang baik.
Artinya, minimnya kesempatan bukan disebabkan oleh cedera atau persoalan fisik. Ia sepenuhnya siap bermain dan bahkan menunjukkan sejumlah hal menarik selama pertandingan uji coba. Keputusan untuk tidak memainkannya lebih banyak tampaknya berkaitan dengan preferensi pelatih terhadap pemain yang dianggap lebih berpengalaman.
Chivu Memilih Stabilitas di Lini Tengah
Christian Chivu berada dalam posisi yang tidak mudah. Inter memiliki target tinggi di Serie A 2026 serta harus membagi energi untuk kompetisi domestik dan Eropa. Dalam situasi seperti itu, pelatih biasanya lebih memilih pemain yang sudah memahami tuntutan taktik dan memiliki konsistensi dalam pertandingan besar.
Zielinski, Calhanoglu, Jones, dan Sucic memberikan variasi berbeda bagi lini tengah Inter. Masing-masing memiliki pengalaman atau karakteristik yang membuat Chivu lebih nyaman untuk menggunakannya pada fase awal musim.
Namun, keputusan tersebut juga memiliki risiko. Jika pemain muda seperti Stankovic terus berada di luar rotasi, perkembangan dan kepercayaan dirinya dapat terganggu. Inter memang membutuhkan kedalaman skuad, tetapi kedalaman hanya akan memberikan manfaat apabila setiap pemain mendapatkan kesempatan yang proporsional.
Tawaran Brentford Mencapai 40 Juta Euro
Ketidakjelasan masa depan Stankovic sempat menarik perhatian sejumlah klub. Brentford menjadi salah satu peminat paling serius dan dilaporkan mengajukan tawaran sekitar 40 juta euro.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan biaya yang dikeluarkan Inter untuk memulangkannya dari Club Brugge. Tawaran itu menunjukkan bahwa Stankovic memiliki nilai pasar yang cukup besar, meskipun ia belum menjadi pemain reguler di Giuseppe Meazza.
Masa depan sang gelandang kabarnya masih belum pasti hingga penghujung bursa transfer. Inter perlu memilih antara mempertahankannya sebagai bagian dari skuad utama atau melepasnya demi mendapatkan keuntungan finansial maupun menjamin waktu bermain yang lebih banyak bagi sang pemain.
Pada akhirnya, Stankovic tetap memilih bertahan. Ia disebut ingin memperjuangkan tempatnya dan membuktikan bahwa dirinya layak masuk dalam rencana utama Inter. Keputusan tersebut memperlihatkan ambisi sang pemain, terutama setelah klub memberikan sinyal kuat melalui pembelian kembali senilai 23 juta euro.
Potensi Peminjaman pada Bursa Januari
Jika situasinya tidak berubah, opsi peminjaman pada bursa transfer Januari dapat kembali mengemuka. Langkah itu memungkinkan Stankovic memperoleh menit bermain secara konsisten tanpa membuat Inter kehilangan kendali penuh atas masa depannya.
Peminjaman akan menjadi pilihan yang masuk akal apabila Chivu tetap menempatkannya di belakang Zielinski, Jones, dan Sucic dalam urutan pilihan. Bermain secara rutin di klub lain dapat membantu Stankovic meningkatkan ketajaman taktik, kekuatan fisik, serta konsistensi dalam pertandingan kompetitif.
Meski demikian, Inter perlu berhati-hati dalam menentukan klub tujuan. Stankovic membutuhkan tim yang benar-benar dapat memberinya peran penting, bukan sekadar menjadi pemain pelapis di tempat lain. Idealnya, klub peminjam menggunakan sistem permainan yang sesuai dengan karakter sang gelandang dan mampu memberikan tanggung jawab besar kepadanya.
Inter Tidak Boleh Kehilangan Kendali atas Proyek Jangka Panjang
Inter harus menyeimbangkan kebutuhan hasil instan dengan pengembangan pemain muda. Serie A 2026 menghadirkan tuntutan kompetitif yang besar, sehingga setiap keputusan mengenai susunan pemain akan berdampak pada hasil pertandingan.
Namun, investasi 23 juta euro menunjukkan bahwa klub tidak melihat Stankovic sebagai aset sementara. Jika terlalu lama tidak dimainkan, nilai investasinya berisiko tidak berkembang secara maksimal. Lebih dari itu, sang pemain bisa kehilangan keyakinan terhadap proyek Inter dan mulai mempertimbangkan klub lain secara permanen.
Inter juga perlu menjelaskan posisinya kepada Stankovic. Apabila ia memang diproyeksikan sebagai penerus Calhanoglu atau bagian penting dari lini tengah masa depan, klub harus menyusun jalur perkembangan yang jelas. Kesempatan bermain dalam laga Serie A, pertandingan piala, dan kompetisi Eropa dapat menjadi cara untuk menjaga progresnya.
Analisis: Mengapa Situasi Stankovic Terlihat Janggal?
Minimnya menit bermain Stankovic terasa janggal karena beberapa pemain yang bersaing dengannya belum sepenuhnya tampil meyakinkan. Sucic dan Jones juga masih beradaptasi dengan tuntutan permainan Inter. Dalam beberapa situasi, memberikan kesempatan kepada Stankovic mungkin tidak akan menurunkan kualitas tim secara drastis.
Di sisi lain, keputusan Chivu tidak otomatis berarti bahwa sang pelatih tidak mempercayainya. Pelatih bisa saja menilai Stankovic masih membutuhkan waktu untuk memahami detail struktur permainan Inter, terutama ketika tim harus bertahan dalam blok yang rapat atau mengontrol pertandingan dengan tempo tertentu.
Ada pula kemungkinan bahwa klub ingin menghindari tekanan berlebihan terhadap pemain muda tersebut. Setelah menolak tawaran 40 juta euro dan membayar mahal untuk memulangkannya, ekspektasi publik tentu meningkat. Menurunkan Stankovic secara terburu-buru bisa membuatnya langsung berada di bawah sorotan besar.
Meski begitu, apabila ia terus tidak dimainkan, spekulasi mengenai adanya masalah di balik layar akan semakin kuat. Situasi tersebut bahkan dapat menimbulkan kesan bahwa Stankovic seolah-olah “dihukum” karena menolak meninggalkan klub pada bursa transfer sebelumnya.
Kesimpulan
Aleksandar Stankovic menghadapi persaingan berat di Inter Milan pada musim Serie A 2026. Klub telah menunjukkan keyakinan besar melalui investasi 23 juta euro dan penolakan terhadap tawaran Brentford senilai 40 juta euro. Akan tetapi, kepercayaan tersebut belum terlihat dalam bentuk kesempatan bermain.
Dengan hanya 16 menit dari dua penampilan sebagai pemain pengganti, Stankovic perlu segera mendapatkan kejelasan mengenai perannya. Inter dapat mempertahankannya dan memberinya kesempatan lebih banyak, atau mempertimbangkan peminjaman pada Januari agar perkembangannya tidak terhenti.
Keputusan akhir akan menjadi ujian bagi strategi pengembangan pemain muda Inter. Jika dikelola dengan tepat, Stankovic dapat menjadi bagian penting dari lini tengah Nerazzurri pada masa depan. Namun, jika terlalu lama terpinggirkan, investasi besar klub berisiko tidak menghasilkan dampak yang diharapkan.
FAQ
Siapa Aleksandar Stankovic?
Aleksandar Stankovic adalah gelandang muda asal Serbia yang pernah memperkuat Club Brugge. Inter Milan memulangkannya dengan biaya sekitar 23 juta euro setelah ia mencatatkan sembilan gol dan lima assist dalam 55 pertandingan bersama klub Belgia tersebut.
Berapa menit Stankovic bermain untuk Inter pada awal Serie A 2026?
Stankovic baru tampil dua kali sebagai pemain pengganti dengan total waktu bermain 16 menit pada periode awal kompetisi Serie A 2026.
Mengapa menit bermain Stankovic sangat terbatas?
Christian Chivu lebih sering memilih pemain yang lebih berpengalaman seperti Piotr Zielinski, Curtis Jones, dan Petar Sucic. Kedatangan Jones membuat persaingan di lini tengah Inter semakin ketat.
Apakah Stankovic bisa meninggalkan Inter pada Januari?
Jika situasinya tidak berubah, peminjaman pada bursa transfer Januari dapat menjadi salah satu opsi. Langkah tersebut berpotensi memberi Stankovic menit bermain lebih banyak tanpa membuat Inter kehilangan kendali atas masa depannya.