Dejan Kulusevski dikabarkan semakin dekat dengan comeback bersama Tottenham Hotspur setelah hampir 500 hari absen akibat operasi patela.
Tottenham Hotspur berpotensi mendapatkan tambahan tenaga penting di tengah upaya memperbaiki performa pada musim 2026. Dejan Kulusevski dikabarkan mulai mendekati tahap akhir pemulihan setelah menjalani operasi patela yang membuatnya menepi selama hampir 500 hari.
Menurut laporan yang beredar, pemain asal Swedia itu berharap bisa kembali masuk ke dalam skuad pertandingan Tottenham setelah jeda internasional berikutnya. Salah satu kemungkinan tercepat adalah ketika Spurs bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United pada 10 Oktober. Namun, belum ada jam kick-off yang tercantum dalam laporan tersebut, sehingga waktu pertandingan belum dapat dikonversi ke WIB.
Kehadiran kembali Kulusevski akan menjadi kabar besar bagi Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu membutuhkan lebih banyak kreativitas, variasi serangan, serta pemain yang mampu menghubungkan lini tengah dan depan setelah Tottenham mengawali musim dengan performa yang belum konsisten.
Kulusevski Mendekati Comeback Bersama Tottenham
Dejan Kulusevski telah melewati proses rehabilitasi panjang dan penuh kehati-hatian. Cedera pada bagian patela membuatnya harus menjalani tindakan operasi sekaligus menempuh pemulihan yang jauh lebih lama dibandingkan cedera otot biasa.
Hampir 500 hari berada di luar lapangan tentu menjadi periode yang sangat berat bagi pemain berusia 26 tahun tersebut. Selain kehilangan kesempatan tampil dalam pertandingan kompetitif, Kulusevski juga harus membangun kembali kekuatan, keseimbangan, mobilitas, dan kepercayaan diri untuk berduel dalam intensitas sepak bola Premier League.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sang pemain mulai melihat peluang untuk kembali ke skuad utama. Ia bahkan berharap bisa mendapatkan tempat di bangku cadangan setelah jeda internasional. Kendati demikian, Tottenham tidak ingin mengambil risiko dengan memaksanya tampil sebelum benar-benar siap.
Tottenham Masih Berhati-hati
Tim medis Spurs disebut tetap berhati-hati karena Kulusevski sempat mengalami sejumlah kemunduran kecil selama menjalani rehabilitasi. Dalam situasi seperti ini, proses kembali bermain biasanya dilakukan secara bertahap.
Seorang pemain yang baru pulih dari cedera panjang tidak langsung mendapatkan beban pertandingan penuh. Ia biasanya harus melewati beberapa tahap, mulai dari latihan individu, latihan bersama kelompok kecil, sesi kontak fisik, hingga partisipasi dalam latihan tim secara lengkap.
Tottenham juga perlu memastikan bahwa kondisi fisik Kulusevski tidak hanya cukup untuk bermain selama beberapa menit. Pemain tersebut harus mampu berakselerasi, mengubah arah, melakukan kontak badan, dan berulang kali melakukan sprint tanpa menimbulkan masalah baru pada lututnya.
Manchester United Bisa Menjadi Panggung Comeback
Manchester United menjadi salah satu kemungkinan lawan pertama Kulusevski apabila ia dinyatakan siap masuk skuad. Tottenham dijadwalkan bertandang ke Old Trafford pada 10 Oktober, atau tanggal yang dipandang sebagai salah satu target comeback paling cepat bagi sang pemain.
Stadion tersebut memiliki kenangan khusus bagi Kulusevski. Ia pernah tampil sangat menonjol ketika Tottenham meraih kemenangan 3-0 atas Manchester United pada September 2024. Dalam pertandingan itu, Spurs menunjukkan permainan agresif dan efektif, sementara Kulusevski menjadi salah satu pemain yang mampu memberikan ancaman konsisten dari area sayap maupun half-space.
Meski demikian, pertandingan di Old Trafford mungkin datang terlalu cepat. Jika staf medis dan pelatih menilai kondisinya belum ideal, comeback Kulusevski diperkirakan dapat berlangsung dalam tiga atau empat pertandingan setelah laga tersebut, selama tidak ada komplikasi baru dalam proses pemulihan.
Pendekatan ini penting karena Tottenham tidak hanya mengejar satu penampilan singkat. Klub tentu ingin memastikan Kulusevski dapat kembali bermain secara berkelanjutan hingga akhir musim, bukan masuk terlalu cepat lalu kembali menepi.
Mengapa Kehadiran Kulusevski Penting bagi Roberto De Zerbi?
Roberto De Zerbi membutuhkan pemain dengan kemampuan teknis dan fleksibilitas seperti Kulusevski. Dalam sistem permainan yang mengutamakan penguasaan bola, progresi melalui area tengah, serta pergerakan dinamis di sepertiga akhir, pemain Swedia itu dapat menjalankan beberapa fungsi sekaligus.
Kulusevski bisa dimainkan sebagai winger, gelandang serang, maupun pemain yang bergerak dari sisi kanan menuju area sentral. Fleksibilitas tersebut memberikan lebih banyak pilihan taktik bagi De Zerbi, terutama ketika Tottenham menghadapi lawan yang bertahan dengan blok rendah.
Kreativitas dan Kemampuan Menjaga Bola
Salah satu kekuatan utama Kulusevski adalah kemampuannya mempertahankan penguasaan bola dalam situasi sempit. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga menggunakan tubuh, kontrol bola, dan perubahan arah untuk melewati tekanan lawan.
Kualitas tersebut sangat berguna dalam pertandingan Premier League, ketika Tottenham sering menghadapi lawan yang melakukan pressing tinggi. Kulusevski dapat menjadi pemain yang membantu Spurs keluar dari tekanan sekaligus membawa bola mendekati kotak penalti.
Selama berkarier di London Utara, Kulusevski telah mencatatkan 15 gol dan 19 assist untuk Tottenham, berdasarkan data yang tercantum dalam laporan sumber. Angka tersebut menunjukkan kontribusinya bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pemberi umpan terakhir dan pembuka ruang bagi rekan setim.
Solusi untuk Lini Serang Tottenham
Awal musim yang sulit membuat Tottenham membutuhkan lebih banyak variasi dalam membangun serangan. Ketika aliran bola terlalu mudah dibaca atau serangan dari sisi sayap tidak menghasilkan peluang, pemain seperti Kulusevski dapat memberikan alternatif.
Ia mampu melebar untuk membuka ruang, masuk ke tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain, atau turun ke area tengah guna membantu sirkulasi bola. Pergerakan semacam ini dapat membantu penyerang utama mendapatkan ruang yang lebih luas di sekitar kotak penalti.
De Zerbi bahkan menyebut kembalinya Kulusevski seperti mendapatkan pemain baru. Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar peran yang diharapkan dari sang gelandang serang setelah ia kembali tersedia.
Tantangan Tottenham pada Musim Liga Inggris 2026
Dalam konteks persaingan Liga Inggris 2026, Tottenham membutuhkan konsistensi jika ingin bersaing di papan atas. Kompetisi Premier League semakin ketat karena setiap klub dituntut memiliki kedalaman skuad, kualitas rotasi, dan kemampuan menjaga performa dalam jadwal padat.
Belanja pemain besar pada bursa transfer musim panas tidak otomatis menjamin hasil instan. Pemain baru tetap membutuhkan waktu untuk memahami sistem, membangun koneksi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik kompetisi Inggris.
Situasi tersebut membuat kembalinya pemain lama seperti Kulusevski menjadi sangat penting. Ia sudah memahami lingkungan klub, karakter rekan setim, serta tuntutan permainan Tottenham. Adaptasinya diperkirakan dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pemain baru yang masih harus mengenal sistem De Zerbi.
Peran Regulasi dan Kedalaman Skuad
Dalam pengelolaan skuad Premier League, klub harus memperhatikan batas pendaftaran pemain, kuota pemain binaan lokal, serta aturan pemain U-21. Karena itu, pemulihan Kulusevski bukan hanya berdampak pada kualitas di lapangan, tetapi juga membantu Tottenham memaksimalkan komposisi pemain yang telah mereka daftarkan.
Aturan pergantian pemain juga membuat pemain yang baru pulih dapat digunakan secara bertahap. Kulusevski tidak harus langsung tampil selama 90 menit. Ia bisa memulai dari bangku cadangan dan bermain selama 15 hingga 30 menit, sebelum secara perlahan meningkatkan durasi penampilannya.
Strategi tersebut memberi De Zerbi kesempatan untuk mengatur beban kerja sekaligus menguji kesiapan Kulusevski dalam situasi pertandingan nyata. Bagi pemain yang baru pulih dari cedera panjang, menit bermain yang dikelola dengan baik dapat menjadi bagian penting dari proses kembali ke level terbaik.
Comeback Bertahap Menjadi Pilihan Paling Masuk Akal
Jika tidak tersedia saat menghadapi Manchester United, Kulusevski masih berpeluang kembali dalam tiga atau empat pertandingan berikutnya. Jadwal tersebut memberi Tottenham ruang untuk menilai respons tubuh sang pemain setelah menjalani latihan intensif dan sesi kontak fisik.
Yang paling penting bagi Spurs bukan sekadar tanggal debut, melainkan kesinambungan performa. Kulusevski harus dapat kembali berlatih secara rutin, tampil tanpa rasa takut, dan menjalani pemulihan pascapertandingan tanpa keluhan berarti.
Tottenham tentu akan menghindari keputusan terburu-buru. Cedera panjang membutuhkan pendekatan individual karena setiap pemain memiliki respons pemulihan yang berbeda. Apabila semua tahapan berjalan lancar, Kulusevski dapat menjadi tambahan berharga bagi lini serang Spurs pada paruh penting musim 2026.
Dengan kemampuan menciptakan peluang, menjaga bola, dan bermain di beberapa posisi, comeback Kulusevski berpotensi mengubah wajah Tottenham. Namun, kontribusi terbaiknya hanya bisa muncul apabila klub memberikan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya.
FAQ Seputar Kembalinya Dejan Kulusevski
Kapan Dejan Kulusevski diperkirakan kembali bermain?
Kulusevski diharapkan dapat masuk ke skuad Tottenham setelah jeda internasional. Salah satu kemungkinan tercepat adalah laga melawan Manchester United pada 10 Oktober, tetapi comeback juga bisa ditunda hingga tiga atau empat pertandingan setelahnya.
Mengapa Kulusevski absen begitu lama?
Pemain asal Swedia tersebut menjalani operasi patela dan membutuhkan proses rehabilitasi panjang. Ia telah menepi hampir 500 hari serta sempat mengalami beberapa kemunduran kecil selama pemulihan.
Apa manfaat kembalinya Kulusevski bagi Tottenham?
Ia dapat menambah kreativitas, kemampuan menjaga bola, fleksibilitas posisi, serta produktivitas di lini depan. Kulusevski juga memiliki pengalaman bermain dalam sistem Tottenham sehingga dapat langsung membantu keseimbangan serangan.
Apakah Kulusevski pasti tampil melawan Manchester United?
Belum ada kepastian. Laga di Old Trafford disebut sebagai salah satu target comeback paling cepat, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada penilaian tim medis, kesiapan fisik, dan perkembangan latihan sang pemain.