Pekan ke-9 BRI Super League siap menghadirkan aksi seru yang tidak boleh kalian lewatkan! Dari tanggal 17 hingga 20 Oktober 2025, liga sepak bola Indonesia ini akan menyuguhkan berbagai pertandingan menarik, termasuk duel antara tim promosi dan big match yang pastinya akan menggugah semangat para penggemar. Pastikan untuk menyimak jadwal lengkapnya dan bersiap-siap untuk mendukung tim kesayangan kalian!
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui bahwa keputusan untuk mengganti Amad Diallo saat melawan Liverpool membuat pemain muda tersebut sedikit “kecewa”. Dalam pertandingan yang berlangsung di Anfield, Setan Merah berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 2-0, berkat gol dari Bryan Mbeumo dan Harry Maguire. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Manchester United di stadion tersebut sejak 2016.
Amorim sangat puas dengan penampilan Amad, yang menunjukkan performa gemilang dengan memberikan assist untuk gol Mbeumo melalui umpan yang sangat baik. Ia juga tampil aktif di sisi kanan lapangan, membantu serangan dan pertahanan tim. Namun, setelah pertandingan, Amorim mengungkapkan bahwa Amad merasa tidak senang ketika ia diganti di babak kedua.
“Amad sedang tampil sangat baik di posisi itu, dia sangat cocok untuk peran tersebut,” ungkap Amorim dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Dia kecewa hari ini ketika saya melakukan pergantian, tetapi dia sudah menerima kartu kuning. Jika tidak, dia pasti akan terus bermain karena dia sangat penting bagi kami.”
Amad Diallo memang menunjukkan potensi besar untuk menjadi pemain kunci bagi Manchester United. Meskipun mengalami beberapa masalah kebugaran, ketika dalam kondisi fit, ia selalu memberikan dampak positif bagi tim. Kini, ia mulai menunjukkan kemampuannya sebagai wing-back dalam sistem permainan Amorim, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai winger atau gelandang serang.
Perkembangan Amad dalam perannya yang baru ini patut dicermati, mengingat Manchester United juga membutuhkan kontribusinya di lini depan. Namun, dengan etos kerja dan kemampuan bertahan yang dimilikinya, posisi wing-back tampaknya menjadi cara yang baik untuk memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya.
Dengan kemenangan ini, Manchester United menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tinggi, dan kehadiran Amad Diallo di lapangan menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Penggemar Liga Inggris di Indonesia tentu akan terus mengikuti perkembangan tim kesayangan mereka, terutama menjelang pertandingan-pertandingan selanjutnya.
AC Milan, yang tengah berjuang untuk meraih gelar Serie A, berhasil bangkit dari ketertinggalan di babak kedua untuk mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 dalam laga yang menjadi momen spesial bagi pelatih Stefano Pioli di San Siro. Kemenangan ini sekaligus membuat Milan melampaui Inter di puncak klasemen. Sebelumnya, Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Juventus, yang membuat mereka sedikit tertinggal dari perburuan Scudetto setelah menjalani empat laga kemenangan beruntun.
Pada pertandingan ini, Christian Pulisic tidak bisa tampil setelah gagal mengeksekusi penalti di Turin, memaksa pelatih Massimiliano Allegri melakukan beberapa perubahan pada susunan pemain. Rafael Leao, yang mendapatkan kesempatan untuk memulai pertandingan perdana di Serie A musim ini, awalnya tidak mampu memberikan dampak positif di babak pertama. Milan tampak kesulitan menciptakan peluang, bahkan tidak mencatatkan satu tembakan tepat sasaran pun sebelum jeda.
Namun, Milan berhasil menjaga gawang mereka dari ancaman Fiorentina yang tampil kurang meyakinkan. Tim tamu membuka skor lebih dulu melalui Robin Gosens, yang memanfaatkan kesalahan Matteo Gabbia untuk mencetak gol ke gawang yang kosong. Namun, kegembiraan Fiorentina tak bertahan lama. Leao berhasil menyamakan kedudukan dengan gol spektakuler dari jarak jauh, mengalahkan kiper David De Gea dengan tembakan datar yang sempurna.
Santiago Gimenez, yang masuk dari bangku cadangan, mendapatkan penalti untuk Milan, dan kali ini Leao tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, mengubah jalannya pertandingan dan membawa Milan meraih tiga poin berharga.
Penilaian Pemain Milan:
– Mike Maignan – 6/10
Tidak banyak diuji di babak pertama, namun sempat membuat kekacauan dengan usaha dribble yang berisiko di area gawangnya.
– Strahinja Pavlovic – 7/10
Menampilkan performa impresif dengan dominasi di setiap duel, meskipun melewatkan peluang emas untuk membuka skor.
– Matteo Gabbia – 5/10
Meskipun sempat kesulitan melawan Moise Kean, ia gagal mengantisipasi gol pertama Fiorentina.
– Fikayo Tomori – 6/10
Setelah awal yang buruk, ia mulai tampil lebih baik, meski masih ada beberapa momen konsentrasi yang hilang.
– Zachary Athekame – 5/10
Tampil kurang meyakinkan di debut Serie A-nya, baik saat menguasai bola maupun dalam bertahan.
– Youssouf Fofana – 7/10
Menjadi gelandang paling enerjik malam itu, berkontribusi besar dalam menguasai lini tengah.
– Luka Modric – 7/10
Masih menjadi jantung permainan Milan, mengatur tempo dengan umpan-umpan akuratnya.
– Samuele Ricci – 6/10
Meskipun tidak mencetak gol, ia menunjukkan potensi untuk menjadi pemain penting di masa depan.
– Davide Bartesaghi – 6/10
Tampil cukup baik di lini belakang, tetapi kurang berkontribusi di serangan.
– Alexis Saelemaekers – 6/10
Hanya memiliki satu tembakan yang melenceng, namun tampil lebih baik saat kembali ke posisi sayap.
– Rafael Leao – 9/10
Setelah babak pertama yang kurang terlihat, ia tampil gemilang dengan gol penyama dan penalti yang menentukan.
Pemain Pengganti:
– Santiago Gimenez – 8/10
Berkontribusi besar dengan mendapatkan penalti dan memberikan energi baru bagi tim.
Dengan kemenangan ini, Milan semakin dekat dengan ambisi mereka untuk meraih gelar Serie A. Pertandingan berikutnya akan menjadi tantangan baru bagi Rossoneri, dan para penggemar di Indonesia tentu tidak sabar untuk menyaksikan aksi tim kesayangan mereka.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan update terbaru seputar Serie A dan sepak bola Italia!
Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Getafe dalam pertandingan yang berlangsung di Coliseum pada Minggu lalu, dan ini membawa mereka kembali ke puncak klasemen La Liga. Gol telat dari Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan dalam laga yang penuh tantangan ini.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan reaksi terhadap pertandingan tersebut. Ia mengakui bahwa laga melawan Getafe selalu sulit dan membutuhkan persiapan yang matang. “Ini adalah pertandingan yang sangat menuntut dan rumit. Datang ke Getafe tidak pernah mudah; kita harus tahu cara bersaing. Kita harus siap karena pertandingan tidak selalu berjalan dengan indah. Namun, tim telah menunjukkan karakter dan mampu bekerja keras. Kami memiliki beberapa peluang untuk unggul di babak pertama. Meskipun kami menikmati permainan, tidak selalu berjalan dengan mulus. Yang terpenting adalah tetap fokus dan melakukan apa yang harus dilakukan. Kami akan menghadapi minggu depan dengan energi yang baik,” ungkap Alonso.
Alonso juga ditanya tentang dampak Vinicius Junior yang masuk dari bangku cadangan. Pemain internasional Brasil ini berhasil membuat Getafe kehilangan dua pemainnya, Allan Nyom dan Alex Sancris, akibat pelanggaran yang dilakukannya. “Dia memiliki dampak yang besar. Kami membicarakannya pagi ini: dia bisa sangat penting sejak awal, atau bisa mengubah jalannya pertandingan saat masuk dari bangku cadangan. Dan itulah yang terjadi. Dia menciptakan ketidakseimbangan, memaksa kartu merah… karena dari situ, keuntungan datang. Pada akhirnya, semua orang harus tahu bahwa mereka bisa berperan penting dalam posisi yang mereka miliki,” jelas Alonso.
Selain itu, Alonso memberikan update mengenai kondisi cedera Thibaut Courtois dan David Alaba. Courtois mengalami benturan di lututnya pada akhir pertandingan setelah melakukan penyelamatan penting, sementara Alaba terpaksa ditarik keluar di babak pertama. “Courtois, saya rasa dia baik-baik saja. Alaba merasakan sesuatu… Tidak ada cedera serius, tetapi betisnya mulai kaku dan kami tidak ingin mengambil risiko. Besok kami akan memeriksanya lebih lanjut,” kata Alonso.
Dengan hasil ini, Real Madrid menunjukkan ketangguhan mereka di La Liga, dan para penggemar tentunya berharap agar tim kesayangan mereka dapat terus mempertahankan performa ini dalam pertandingan-pertandingan mendatang.
Matthijs de Ligt, bek Manchester United, mengungkapkan bahwa dia dan rekan-rekannya mengidentifikasi bek sayap Liverpool sebagai titik lemah dalam permainan mereka. Dalam wawancara setelah kemenangan mengejutkan 2-1 di Anfield, De Ligt menjelaskan bahwa ada rencana sebelumnya untuk mengeksploitasi kelemahan tersebut.
Arne Slot, pelatih Liverpool, memulai pertandingan dengan Milos Kerkez sebagai bek kiri, sementara rekrutan baru lainnya, Jeremie Frimpong, bahkan tidak masuk dalam daftar starter, dan Conor Bradley yang justru diturunkan. Ini jelas merupakan penurunan signifikan dibandingkan saat Liverpool memiliki Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson dalam performa terbaik mereka.
De Ligt menyatakan, “Kami tahu bahwa Liverpool memiliki kelemahan. Dan itu adalah bek sayap mereka.” Komentar ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Liverpool, yang tampak kurang solid di lini belakang musim ini. Kehadiran bek-bek baru tampaknya menjadi salah satu penyebab masalah tersebut.
Frimpong, yang diharapkan bisa menjadi pengganti Alexander-Arnold di bek kanan, ternyata cepat kehilangan kepercayaan pelatih. Dia tidak diturunkan pada pertandingan ini, sementara Dominik Szoboszlai bahkan pernah mengisi posisi bek sayap beberapa kali di musim ini. Sementara itu, Kerkez yang sebelumnya bersinar di Bournemouth tampaknya kesulitan beradaptasi dengan tuntutan di level yang lebih tinggi.
Dengan situasi ini, mungkin sudah saatnya bagi Slot untuk mempertimbangkan kembali penempatan Andrew Robertson dalam susunan pemain utama. Liverpool perlu segera menemukan solusi agar lini belakang mereka tak lagi menjadi sasaran empuk bagi lawan, terutama menjelang pertandingan-pertandingan penting yang akan datang.
Persija Jakarta saat ini berada dalam situasi yang kurang menguntungkan menjelang laga melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-9 BRI Super League 2025/2026. Dua kekalahan berturut-turut membuat posisi Macan Kemayoran semakin goyah, terutama karena lini pertahanan mereka terus menjadi sorotan.
Dalam dua pertandingan terakhir, Persija kebobolan lima gol. Secara keseluruhan, dalam lima laga terakhir, gawang tim asuhan Mauricio Souza telah dibobol delapan kali, menjadikan mereka salah satu tim dengan catatan kebobolan terbanyak di papan tengah klasemen sementara.
Kondisi ini jelas menjadi perhatian serius bagi pelatih Mauricio Souza. Ia menyadari bahwa sektor pertahanan harus segera diperbaiki jika Persija ingin bangkit di tengah kompetisi yang semakin ketat. Terlebih, lawan berikutnya adalah Persebaya Surabaya, yang dikenal agresif saat bermain di kandang, Stadion Gelora Bung Tomo, pada Sabtu (18/10/2025) malam WIB.
Persija memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi mendalam, terutama di sektor pertahanan. Mauricio mengakui bahwa timnya harus lebih disiplin dan terorganisir agar tidak kembali menjadi bulan-bulanan lawan. Dalam tiga laga terakhir, Persija hanya mampu meraih satu hasil imbang melawan Bali United (1-1) serta dua kekalahan dari PSM Makassar (0-2) dan Borneo FC Samarinda (1-3).
“Kami fokus pada area organisasi bertahan. Di laga sebelumnya kami kebobolan cukup banyak, sehingga pekan ini kami benar-benar memusatkan perhatian untuk memperbaiki struktur pertahanan,” ungkap Mauricio.
Pelatih asal Brasil ini menegaskan bahwa pertahanan yang solid adalah pondasi untuk kembali ke jalur kemenangan. Menurutnya, permainan yang rapi di belakang akan memberikan kepercayaan diri lebih besar bagi seluruh tim untuk tampil lepas dan menekan lawan sejak awal pertandingan.
“Jika kami bisa bertahan dengan baik, dan memiliki performa seperti saat menghadapi Borneo FC, peluang untuk menang akan selalu ada,” tambahnya.
Kinerja Persija yang belum stabil tentu menimbulkan tekanan besar, terutama bagi Mauricio Souza. Namun, pelatih berusia 49 tahun ini tetap menunjukkan ketenangan. Souza menilai tekanan adalah bagian tak terpisahkan dari dunia sepak bola, dan justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras.
“Tekanan adalah bagian dari sepak bola. Direktur selalu mengingatkan saya bahwa pekerjaan ini adalah untuk keluarga, jadi kami harus bekerja keras setiap minggu. Sepak bola harus dinikmati, jika tidak bisa menikmati tekanan, sulit untuk sukses,” tuturnya.
Dengan fokus yang kuat untuk memperbaiki pertahanan, Persija Jakarta berharap dapat tampil lebih baik dan meraih hasil positif saat bertandang ke Surabaya. Para penggemar tentunya menunggu aksi tim kesayangan mereka dengan penuh harapan.
Juventus mengalami kekalahan mengecewakan 0-2 di tangan Como pada Minggu sore, yang membuat mereka terlempar dari posisi empat besar Serie A setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan berturut-turut. Tekanan semakin meningkat pada manajer Igor Tudor, dengan tim raksasa Turin ini kehilangan jarak dari pemimpin klasemen awal, Napoli dan Inter.
Como membuka keunggulan lebih awal melalui Marc-Oliver Kempf. Tanpa pengawalan di tiang jauh, bek tengah asal Jerman tersebut berhasil menyambut umpan Nico Paz pada menit keenam dan membuat Juventus tertekan. Menghadapi defisit tipis di babak pertama, tim asuhan Tudor kesulitan menemukan ritme permainan di babak kedua.
Juventus yang tidak mampu menciptakan peluang bersih akhirnya kebobolan gol kedua yang fatal ketika Paz menunjukkan bakatnya dengan mencetak gol solo yang memukau, menutup nasib Bianconeri. Mari kita lihat penilaian pemain Juventus dalam pertandingan ini.
Juventus (4-3-3)
– Michele Di Gregorio – 6/10
Tak berdaya di garis gawang, tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menghentikan gol Kempf. Namun, ia melakukan tiga penyelamatan setelahnya untuk menjaga timnya tetap dalam permainan hingga akhir.
– Pierre Kalulu – 6/10
Ditempatkan sebagai bek kanan klasik, pemain Prancis ini tampil cukup baik dalam bertahan tetapi tidak memberikan kontribusi apa pun untuk serangan Juventus meskipun sesekali melakukan penetrasi ke depan. Seharusnya ia berada di tiang belakang untuk mengantisipasi bahaya.
– Daniele Rugani – 5/10
Seharusnya ia mengawasi Kempf, tetapi tidak terlihat di mana pun, membiarkan bek Jerman itu mencetak gol dari jarak dekat. Penampilan yang tidak meyakinkan dari pemain Italia ini!
– Lloyd Kelly – 6/10
Meskipun tampil sedikit lebih baik dibandingkan rekan bek tengahnya, pemain asal Inggris ini tidak memberikan banyak kepercayaan diri. Namun, ia menunjukkan disiplin setelah menerima kartu kuning di awal pertandingan.
– Andrea Cambiaso – 5/10
Juventus sangat membutuhkan penetrasi cepatnya hari ini, tetapi bek sayap Italia ini jarang maju ke depan dan kesulitan untuk memberikan dampak di sepertiga akhir. Terlalu pasif dan jauh dari Paz untuk gol kedua Como.
– Teun Koopmeiners – 4/10
Hanya bayangan dari diri sebelumnya, bintang Belanda ini tampak kesulitan untuk memberikan pengaruh yang biasanya ia tunjukkan dan berulang kali kalah dalam pertarungan di lini tengah melawan gelandang Como.
– Manuel Locatelli – 5/10
Meskipun jarang kehilangan bola dan memberikan dukungan tambahan untuk lini belakangnya, kapten Juventus ini gagal memberikan percikan yang sangat dibutuhkan timnya untuk menembus pertahanan Como yang kokoh.
– Khephren Thuram – 5/10
Terlalu banyak ketidakakuratan dari pemain Prancis ini, dengan umpan dan pengambilan keputusan yang mengecewakan sepanjang pertandingan. Meskipun ia menunjukkan sekilas atletisme dan semangat, dampak keseluruhannya minimal.
– Francisco Conceicao – 6/10
Pemain sayap kecil ini mungkin adalah performer paling hidup Juventus di Stadion Sinigaglia, tetapi itu tidak cukup untuk mengganggu pertahanan solid Como. Tidak ada hasil akhir dari bintang muda Portugal ini hari ini.
– Kenan Yildiz – 4/10
Hari yang mengecewakan bagi penyerang berbakat ini, yang tidak mampu menjadi pembeda yang diharapkan oleh tim tamu, sering kali terisolasi di sayap.
– Jonathan David – 3/10
Tidak ada cahaya di ujung terowongan bagi striker Kanada ini. Sepenuhnya terputus dari rekan-rekannya, ia mengalami penampilan yang kembali tidak terlihat.
Pemain Pengganti
– Weston McKennie – 4/10
– Dusan Vlahovic – 6/10
– Joao Mario – N/A
– Filip Kostic – N/A
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terbaru tentang Serie A dan sepak bola Italia!
Jamie Redknapp, mantan gelandang Liverpool, memberikan penilaian tajam terhadap tim lamanya setelah kekalahan mengejutkan 2-1 di kandang melawan Manchester United. Dalam pertandingan tersebut, Bryan Mbeumo mencetak gol di menit pertama, dan Harry Maguire menambah penderitaan Liverpool dengan golnya di menit ke-84. Redknapp mengungkapkan bahwa suasana “putus asa” menyelimuti permainan Liverpool, yang terlihat sangat kacau dan terburu-buru.
Dalam analisisnya di Sky Sports pasca pertandingan, Redknapp tidak segan-segan mengkritik penampilan Liverpool yang dinilai jauh dari harapan. Ia menyatakan, “Ini adalah pukulan berat, empat kekalahan beruntun. Saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi hal ini akan terjadi.” Ia juga menambahkan bahwa saat ini, Liverpool tampak lebih banyak memiliki pertanyaan ketimbang jawaban mengenai performa tim.
Redknapp menyoroti bahwa meskipun Liverpool sempat menyamakan kedudukan, tidak ada rasa tenang dalam permainan mereka. “Setelah mereka mencetak gol penyama, cara mereka mengelola situasi itu sangat kacau. Saya tidak pernah merasakan ketenangan dalam permainan mereka,” ujarnya.
Kekalahan terbaru ini menjadikan Liverpool mengalami empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk kekalahan sebelumnya melawan Crystal Palace, Galatasaray, dan Chelsea. Sebelum rentetan kekalahan ini, tim asal Merseyside tersebut sudah menunjukkan kelemahan di lini belakang, sering kali kebobolan gol dan mengandalkan gol-gol telat untuk meraih kemenangan.
Selanjutnya, Liverpool akan menghadapi dua pertandingan tandang. Pertama, mereka akan bertemu Eintracht Frankfurt di Liga Champions, diikuti dengan lawatan ke Brentford dalam laga Premier League berikutnya. Pertanyaannya, bisakah Liverpool bangkit dari keterpurukan ini, atau akankah mereka terus terperosok dalam rentetan kekalahan? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
PSM Makassar harus merasakan kekecewaan saat menjamu Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Stadion BJ Habibie, Parepare. Laga ini berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Arema FC.
Dengan hasil ini, Arema FC berhasil naik ke posisi lima klasemen sementara dengan total 12 poin. Di sisi lain, PSM terperosok ke urutan 15 dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari beberapa pertandingan yang telah dilakoni.
PSM yang kini dilatih oleh Ahmad Amiruddin, setelah kepergian Bernardo Tavares, memulai pertandingan dengan baik. Mereka berhasil unggul lebih dulu berkat gol cepat dari Victor Luiz pada menit kelima. Gol tersebut tercipta melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang memanfaatkan situasi bola liar.
Keunggulan 1-0 PSM bertahan hingga babak pertama berakhir. Namun, segalanya berubah di babak kedua. Arema FC menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan hanya lima menit setelah babak kedua dimulai. Valdeci Moreira, yang baru dimasukkan di awal babak kedua, mencetak gol dengan memanfaatkan umpan dari Johan Alfarizi.
Tak lama setelah itu, Arema FC kembali unggul. Arkhan Fikri berhasil menjebol gawang PSM, kembali dengan assist dari Johan Alfarizi. Dalam waktu singkat, Arema membalikkan keadaan menjadi 2-1.
PSM berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang tercipta di menit-menit akhir pertandingan dengan serangan bertubi-tubi. Namun, pertahanan Arema FC yang disiplin mampu menahan gempuran PSM hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-2 untuk kemenangan Arema FC pun menjadi hasil akhir laga ini.
Dengan hasil ini, PSM harus segera berbenah dan memperbaiki performa mereka di laga-laga mendatang agar bisa keluar dari zona bawah klasemen. Sementara itu, Arema FC patut berbangga dengan performa mereka yang semakin solid di kompetisi ini.
Keputusan Manchester United untuk merekrut kiper muda Belgia, Senne Lammens, yang berusia 23 tahun, sudah memicu banyak perbincangan di Old Trafford. Menurut mantan pelatihnya, ini bukanlah proyek jangka pendek. Lammens diprediksi akan menjadi “yang terbaik di dunia” dan berpotensi menggantikan salah satu kiper terbaik Belgia sepanjang masa.
Di tengah proses perombakan yang dilakukan United di bawah asuhan Rúben Amorim, Lammens dianggap sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang klub. Setelah sebelumnya mengalami kesulitan dengan kiper seperti Andre Onana dan Altay Bayindir, United memutuskan untuk berinvestasi di kiper baru pada jendela transfer musim panas lalu. Langkah ini cukup mengejutkan, mengingat mereka merekrut kiper yang belum teruji di level tertinggi.
Manchester United mengontrak Lammens dari Royal Antwerp dengan biaya sekitar £18 juta pada jendela transfer musim panas 2025. Meskipun hanya memiliki satu musim penuh pengalaman di liga Belgia, United menunjukkan kepercayaan besar terhadap sang kiper. Setelah beradaptasi, ia baru-baru ini menjalani debutnya melawan Sunderland, di mana ia berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dan mendapatkan pujian signifikan.
Mantan pelatihnya di Club Brugge, Hayk Milkon, kini secara terbuka memprediksi kenaikan karier yang pesat untuk Lammens. “Saya tidak terkejut ketika melihat Manchester United tertarik padanya. Dan saya sangat senang dia berhasil mencatatkan clean sheet pertamanya,” kata Milkon kepada Manchester Evening News. “Senne adalah calon No.1 untuk Red Devils dan tim nasional Belgia. Dia mendapatkan kesempatan, memanfaatkannya, dan kami semua sangat bangga padanya, tetapi kami tahu ini akan terjadi.”
Milkon percaya bahwa Lammens memiliki semua kemampuan untuk menjadi yang terbaik di dunia. “Saya berharap yang terbaik untuknya. Saya yakin dia akan memiliki karier yang sangat baik di Inggris, dan Manchester United harus kembali menjadi klub besar seperti dulu. Dia pasti akan memberikan dampak positif untuk itu.”
Namun, dukungan Milkon juga membawa tantangan tersendiri. Ia berani mengklaim bahwa Lammens mungkin segera mengambil posisi starter untuk tim nasional Belgia, menggantikan Thibaut Courtois, yang masih dianggap sebagai salah satu kiper elit di era ini. Meskipun tanda-tanda awal menunjukkan potensi yang menjanjikan, Lammens masih perlu beradaptasi dengan fisik, tempo, dan tekanan yang ada di Premier League.
Perjalanan Lammens untuk menjadi salah satu kiper terbaik di liga ini masih panjang. Meskipun pujian yang didapat bisa memberikan motivasi, hal ini juga bisa menambah tekanan. Sejumlah rekrutan United sebelumnya mengalami kesulitan saat menghadapi ekspektasi tinggi.
Dengan waktu dan pengalaman, Lammens diharapkan dapat membuktikan dirinya dan memenuhi harapan besar yang disematkan kepadanya. Para penggemar Manchester United di Indonesia tentu berharap agar kiper muda ini dapat membuktikan bahwa investasi yang dilakukan klub adalah langkah yang tepat untuk masa depan.