Liga Italia: Milan Menang Tipis Lawan Manchester City dalam Tur Amerika
Pertandingan pertama Milan dalam tur Amerika berhasil dimenangkan dengan skor tipis 3-2 melawan Manchester City. Pep Guardiola memilih untuk menurunkan sejumlah pemain muda dari akademi bersama dengan Ederson, Grealish, dan Haaland, sementara Fonseca memberikan kesempatan kepada Saelemaekers yang dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Gol pembuka dari tim Inggris dicetak oleh Haaland yang memanfaatkan kesalahan dalam membangun serangan oleh Milan. Tak lama kemudian, Chukwueze menonjol dengan memberikan dua assist untuk Colombo mencetak gol. Di babak kedua, Hamilton menciptakan peluang bagus dari sisi kanan dan memberikan umpan kepada McAtee yang berhasil mencetak gol dengan sundulan. Nasti, yang menggantikan Colombo, berhasil mencetak gol kemenangan setelah menerima assist sempurna dari Saelemaekers.
Filosofi Baru Milan
Tren permainan yang terlihat sejak pertandingan uji coba melawan Rapid Vienna semakin jelas: Milan ingin membangun dari bawah, mengambil risiko tanpa rasa takut. Fonseca terus menggunakan formasi 3-2 dengan fokus pada penguasaan bola. Filosofi baru ini, yang menarik, menolak pertarungan satu lawan satu di setiap zona lapangan. Garis pertahanan tinggi, tetapi para pemain tampak lebih terhubung. Penyerang tengah mendekati pemegang bola untuk memberikan ruang bagi pemain sayap yang masuk ke dalam lapangan, menunjukkan karakteristik pemain seperti Chukwueze. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi konsep-konsep baru mulai terlihat dalam latihan tim saat ini. Satu-satunya hal negatif adalah cedera Florenzi yang harus diperiksa lebih lanjut.
Pemain Terbaik dan Terburuk
Chukwueze menunjukkan kualitasnya saat bermain di dalam lapangan. Dua assist yang brilian, ciri khasnya. Samuel memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi andalan Milan dengan kepercayaan dari pelatih seperti Fonseca yang menyukai gerakan tertentu dari pemain sayapnya. Saelemaekers juga tampil sangat baik, penampilannya meningkat secara taktis dan teknis setelah musim bersama Thiago Motta di Bologna. Milan berhak menetapkan harga 20 juta euro untuknya. Colombo juga layak mendapat pujian tidak hanya karena mencetak dua gol, tetapi juga kerja kerasnya untuk tim. Namun, performa Tomori dan Calabria kurang memuaskan, terutama dalam menghadapi pemain muda City. Ini juga menjadi sinyal bagi kebutuhan Milan mendatangkan Pavlovic secepat mungkin.
Dalam pertandingan antara Manchester City dan Milan dengan skor akhir 2-3, kedua tim menampilkan performa yang menarik. Formasi dan strategi yang diterapkan oleh masing-masing pelatih memberikan warna tersendiri dalam pertandingan tersebut. Semoga Milan dapat terus menunjukkan peningkatan dalam persiapan menuju musim yang akan datang.