Home Liga Inggris Cody Gakpo Terancam Absen Panjang, Liverpool Cemas Jelang Duel Melawan Manchester City

Cody Gakpo Terancam Absen Panjang, Liverpool Cemas Jelang Duel Melawan Manchester City

0 comment

Cedera pergelangan kaki yang dialami Cody Gakpo bersama Timnas Belanda bisa menjadi pukulan besar bagi Liverpool. Penyerang berusia 27 tahun itu ditarik keluar pada babak pertama ketika Belanda mengalahkan Serbia 2-1 di UEFA Nations League. Mekanisme cederanya memunculkan kekhawatiran mengenai kerusakan pada ligamen syndesmosis atau yang lebih dikenal sebagai cedera high ankle sprain.

Laporan mengenai kondisi Gakpo muncul pada 28 September 2026. Jika waktu publikasi 17.49 menggunakan zona waktu Inggris musim panas atau British Summer Time (BST), waktu tersebut setara dengan 23.49 WIB. Liverpool kini menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut di fasilitas latihan AXA Training Centre untuk mengetahui tingkat keparahan cedera dan kemungkinan waktu pemulihannya.

Cody Gakpo Mengalami Cedera Saat Membela Belanda

Gakpo menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Belanda atas Serbia. Namun, kontribusinya di pertandingan tersebut berakhir lebih cepat setelah mengalami masalah pada pergelangan kaki di babak pertama.

Ia kemudian resmi meninggalkan pemusatan latihan Timnas Belanda dan kembali ke Merseyside. Langkah tersebut dilakukan agar Gakpo dapat menjalani pemeriksaan yang lebih menyeluruh bersama tim medis Liverpool.

Belum ada kepastian apakah cedera itu hanya berupa kerusakan jaringan lunak atau melibatkan ligamen dan tulang. Karena itu, hasil pemindaian menjadi faktor utama sebelum klub memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi sang pemain.

Cedera yang dialami Gakpo disebut terjadi setelah tekel dengan mekanisme seperti gunting. Dalam situasi tersebut, kaki bagian bawah dan pergelangan kaki terdorong ke arah eversion serta rotasi eksternal. Eversion berarti telapak kaki bergerak menjauh dari garis tengah tubuh, sedangkan rotasi eksternal membuat kaki berputar ke arah luar.

Kombinasi gerakan tersebut dapat memberikan tekanan besar pada struktur ligamen di sekitar pergelangan kaki.

Mengapa Cedera Syndesmosis Menjadi Kekhawatiran?

Syndesmosis merupakan jaringan ligamen yang menghubungkan tulang tibia dan fibula di bagian bawah kaki. Struktur ini membantu menjaga kestabilan hubungan kedua tulang tersebut, terutama ketika pemain berlari, mengubah arah, melompat, atau melakukan kontak fisik.

Cedera pada bagian ini sering disebut high ankle sprain karena letaknya lebih tinggi dibandingkan keseleo pergelangan kaki biasa. Tingkat pemulihannya juga dapat lebih lama, tergantung pada seberapa besar kerusakan ligamen dan apakah terdapat pergeseran tulang.

Perkiraan pemulihan dalam skenario moderat

Menurut analisis Physio Scout, apabila pemeriksaan menunjukkan cedera syndesmosis atau ligamen deltoid dengan tingkat sedang, Gakpo diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga hingga enam pekan.

Dalam skenario tersebut, sang penyerang mungkin harus melewatkan sejumlah pertandingan Liverpool. Namun, ia masih berpeluang kembali sebelum periode kompetisi memasuki fase yang lebih padat, dengan catatan rehabilitasi berjalan baik dan tidak ditemukan kerusakan tambahan.

Tim medis biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum pemain diizinkan kembali berlatih penuh. Faktor tersebut mencakup tingkat nyeri, kestabilan pergelangan kaki, kekuatan otot, kemampuan berlari, serta respons tubuh saat melakukan perubahan arah.

Skenario terburuk dapat membuat Gakpo absen lebih dari dua bulan

Kekhawatiran terbesar muncul apabila Gakpo mengalami robekan syndesmosis tingkat tinggi. Cedera serius seperti itu terkadang memerlukan tindakan operasi untuk mengembalikan kestabilan hubungan antara tibia dan fibula.

Jika operasi dibutuhkan, waktu pemulihan bisa mencapai delapan hingga 10 pekan atau bahkan lebih. Durasi tersebut belum termasuk waktu yang diperlukan untuk mengembalikan kebugaran pertandingan dan kepercayaan diri pemain setelah lama menepi.

Perkiraan itu masih bersifat awal. Tidak tepat menyimpulkan bahwa Gakpo pasti akan absen selama berbulan-bulan sebelum hasil pemindaian keluar. Namun, mekanisme cedera yang terjadi membuat Liverpool memiliki alasan kuat untuk bersikap waspada.

Pemeriksaan di Liverpool Menjadi Penentu

Gakpo dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di AXA Training Centre. Pemeriksaan pencitraan seperti MRI dapat membantu staf medis melihat kondisi ligamen, jaringan lunak, dan struktur tulang di sekitar pergelangan kaki.

Pemindaian juga diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan fraktur pada kaki bagian bawah. Cedera akibat rotasi dan tekanan dari arah luar tidak hanya dapat merusak ligamen, tetapi juga menyebabkan retakan atau gangguan pada tulang tertentu.

Liverpool tidak akan terburu-buru menetapkan tanggal kepulangan Gakpo. Klub biasanya akan menyampaikan diagnosis setelah seluruh hasil pemeriksaan ditinjau oleh dokter dan ahli fisioterapi. Setelah itu, pemain akan mengikuti program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi cederanya.

Dalam tahap awal, penanganan dapat meliputi pengurangan pembengkakan, perlindungan pada area cedera, latihan mobilitas yang terkontrol, dan penguatan otot. Jika pemulihan berlangsung sesuai rencana, Gakpo secara bertahap akan kembali ke latihan individu sebelum bergabung dengan sesi tim.

Dampak Cedera Gakpo bagi Liverpool pada 2026

Waktu terjadinya cedera tersebut sangat merugikan Liverpool. Setelah jeda internasional, klub dijadwalkan menghadapi Manchester City dalam pertandingan besar Premier League di Anfield.

Gakpo disebut tampil sebagai salah satu pemain menyerang Liverpool yang paling konsisten pada awal musim 2026. Ia memberikan opsi penting di lini depan karena dapat bermain sebagai penyerang sayap maupun penyerang tengah. Kemampuannya membawa bola, bergerak di antara lini, dan menyelesaikan peluang membuat absennya berpotensi memengaruhi keseimbangan serangan Liverpool.

Liverpool juga menghadapi persoalan lain di lini depan. Alexander Isak dikabarkan turut meninggalkan pemusatan latihan Timnas Swedia karena masalah kebugaran. Kondisi Isak dan Gakpo membuat klub harus menunggu perkembangan medis dua pemain penting sebelum menentukan komposisi terbaik melawan Manchester City.

Alternatif yang bisa dipertimbangkan

Tanpa Gakpo dan apabila Isak belum siap bermain, Liverpool masih memiliki beberapa kemungkinan taktis. Pelatih dapat mengubah posisi pemain sayap, memasang penyerang tengah yang tersedia, atau menggunakan sistem dengan gelandang serang yang lebih aktif memasuki kotak penalti.

Pilihan tersebut tentu bergantung pada kondisi seluruh skuad, termasuk tingkat kebugaran pemain setelah kembali dari tugas internasional. Liverpool juga harus memperhitungkan risiko memainkan pemain yang belum pulih sepenuhnya karena dapat memperburuk cedera atau menimbulkan masalah baru.

Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti melawan Manchester City, kecepatan, pressing, dan kemampuan mempertahankan bola menjadi aspek penting. Absennya satu atau dua pemain menyerang dapat memaksa Liverpool mengubah pendekatan, terutama dalam fase transisi dan penyelesaian akhir.

Jadwal Padat Premier League Menambah Tantangan

Kompetisi Premier League 2026 tetap menuntut kedalaman skuad karena klub harus menghadapi rangkaian pertandingan liga, kompetisi domestik, serta turnamen Eropa apabila lolos. Jeda internasional juga meningkatkan beban perjalanan dan menit bermain bagi pemain yang membela negaranya.

Situasi Gakpo memperlihatkan pentingnya manajemen kebugaran pada musim modern. Pemain tidak hanya menghadapi pertandingan klub, tetapi juga agenda tim nasional yang dapat berlangsung di tengah jadwal liga.

Bagi Liverpool, prioritas utama sekarang adalah memastikan diagnosis Gakpo akurat. Klub harus menyeimbangkan ambisi untuk menurunkan pemain terbaik dengan kebutuhan menjaga kesehatan jangka panjang sang penyerang. Memaksakan Gakpo tampil ketika ligamennya belum stabil dapat memperpanjang masa pemulihan.

Kapan Cody Gakpo Bisa Kembali Bermain?

Belum ada tanggal resmi mengenai kepulangan Gakpo. Perkiraan tiga hingga enam pekan berlaku apabila ia mengalami cedera syndesmosis atau ligamen deltoid tingkat sedang tanpa kebutuhan operasi.

Sementara itu, skenario cedera tingkat tinggi dapat membuatnya absen setidaknya delapan hingga 10 pekan. Ia juga harus melewati tahapan rehabilitasi dan uji kebugaran sebelum kembali tampil dalam pertandingan kompetitif.

Liverpool diperkirakan baru dapat memberikan informasi lebih jelas setelah hasil pemindaian selesai. Sampai saat itu, semua perkiraan waktu pemulihan harus dipandang sebagai analisis awal, bukan keputusan medis final.

FAQ Seputar Cedera Cody Gakpo

Bagaimana Cody Gakpo mengalami cedera?

Gakpo mengalami cedera pergelangan kaki ketika membela Belanda dalam kemenangan 2-1 atas Serbia di UEFA Nations League. Ia harus meninggalkan lapangan pada babak pertama dan kemudian ditarik dari skuad Belanda.

Apa itu cedera syndesmosis atau high ankle sprain?

Cedera syndesmosis adalah kerusakan pada ligamen yang menghubungkan tulang tibia dan fibula di bagian bawah kaki. Cedera ini berbeda dari keseleo pergelangan kaki biasa karena dapat memengaruhi stabilitas kaki dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Berapa lama Cody Gakpo mungkin absen?

Jika cederanya berada pada tingkat sedang, Gakpo diperkirakan absen sekitar tiga hingga enam pekan. Apabila ditemukan robekan serius yang membutuhkan operasi, masa pemulihan dapat mencapai delapan hingga 10 pekan atau lebih.

Apakah Gakpo bisa bermain melawan Manchester City?

Peluangnya belum dapat dipastikan. Liverpool masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Selain Gakpo, kondisi Alexander Isak juga menjadi perhatian setelah penyerang tersebut meninggalkan pemusatan latihan Timnas Swedia karena masalah kebugaran.

You may also like

Leave a Comment

About Us

Logo pemain12.com

Pemain12.com adalah portal berita sepak bola yang menjadi sumber utama informasi terkini seputar dunia sepak bola. Situs ini merupakan tempat yang sempurna bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan berita terbaru tentang pertandingan, transfer pemain, dan peristiwa menarik lainnya dalam dunia sepak bola. 

@2023 – All Right Reserved. Supported by GMTeknologi

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept