Home Liga Italia Ardon Jashari Terpinggirkan di AC Milan meski Ditebus Mahal

Ardon Jashari Terpinggirkan di AC Milan meski Ditebus Mahal

0 comment

Gelandang Swiss Ardon Jashari belum mendapat menit bermain reguler di AC Milan. Persaingan dengan Luka Modric, Adrien Rabiot, Yunus Musah, dan Ruben Loftus-Cheek membuatnya harus bekerja lebih keras.

Ardon Jashari menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan tempat di lini tengah AC Milan. Meski klub mengeluarkan biaya sekitar €36 juta untuk memboyongnya dari Club Brugge, gelandang asal Swiss itu belum mampu mengubah status sebagai pemain mahal menjadi peran penting di skuad utama Rossoneri.

Situasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah laporan Corriere dello Sport menyebut Jashari sebagai gelandang yang paling jarang digunakan Milan sejauh musim berjalan. Pelatih anyar Ruben Amorim memang sempat memberikan dukungan kepadanya pada musim panas, tetapi kepercayaan itu belum berujung pada menit bermain yang konsisten.

Jashari juga tidak memilih untuk meninggalkan San Siro meski sempat mengalami musim debut yang sulit. Ia tetap bertahan dan berusaha memperjuangkan posisinya. Namun, persaingan internal yang ketat membuat peluangnya tampil sebagai starter masih sangat terbatas.

Ardon Jashari Belum Menjadi Pilihan Utama AC Milan

Dalam susunan gelandang Milan saat ini, Jashari berada di belakang sejumlah pemain berpengalaman dan memiliki karakteristik berbeda. Adrien Rabiot serta Luka Modric menjadi dua figur utama yang paling dipercaya di lini tengah. Keduanya menawarkan kombinasi pengalaman, kualitas distribusi bola, dan kemampuan mengontrol tempo permainan.

Di luar dua nama tersebut, Jashari juga harus bersaing dengan Yunus Musah dan Ruben Loftus-Cheek. Musah memberikan energi, kecepatan, serta kemampuan membawa bola dalam transisi. Sementara itu, Loftus-Cheek memiliki keunggulan fisik dan pengalaman bermain di level tertinggi.

Kompetisi tersebut membuat Jashari belum memperoleh jalur yang jelas menuju starting XI. Ia bukan hanya harus mengalahkan satu pemain, tetapi perlu meyakinkan Amorim bahwa dirinya layak dipilih dibandingkan beberapa gelandang dengan peran yang sudah lebih mapan.

Kepercayaan dari Ruben Amorim Belum Berbuah Menit Bermain

Amorim disebut memberikan dukungan kepada Jashari selama pramusim. Hal itu sempat memunculkan harapan bahwa sang gelandang akan mendapatkan peran lebih besar setelah menjalani musim debut yang mengecewakan.

Namun, kepercayaan dari pelatih tidak selalu berarti seorang pemain langsung menjadi starter. Dalam kasus Jashari, kebutuhan taktik Milan dan persaingan di posisi tengah masih menjadi penghalang. Ia harus membuktikan kemampuan dalam sesi latihan maupun ketika mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan.

Perubahan sistem permainan juga menjadi faktor penting. Jashari pernah mengakui bahwa dirinya merasa lebih nyaman bermain dalam formasi yang menggunakan dua gelandang tengah. Dalam sistem tersebut, ia dapat lebih bebas menjalankan tugas sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan.

Meski demikian, kenyamanan pribadi tidak selalu sejalan dengan kebutuhan tim. Jika Milan menggunakan struktur yang menuntut gelandang lebih agresif, lebih kuat dalam duel, atau mampu menjalankan banyak fungsi sekaligus, Jashari perlu menunjukkan bahwa dirinya dapat beradaptasi.

Investasi €36 Juta Belum Memberikan Dampak Maksimal

AC Milan mendatangkan Jashari setelah sang pemain menunjukkan perkembangan menjanjikan bersama Club Brugge. Potensi teknis dan kemampuannya dalam mengatur permainan membuat Rossoneri bersedia membayar sekitar €36 juta.

Nilai transfer tersebut membuat ekspektasi terhadap Jashari menjadi tinggi. Milan tentu berharap investasi besar itu menghasilkan pemain yang bisa menjadi fondasi lini tengah untuk jangka panjang. Akan tetapi, proses adaptasinya di Italia berjalan tidak mulus.

Beberapa pekan setelah bergabung, Jashari mengalami patah kaki. Cedera tersebut mengganggu proses penyesuaian terhadap lingkungan baru, tuntutan sepak bola Serie A, serta sistem permainan tim.

Setelah pulih, ia kesulitan menemukan ritme. Pada musim debutnya, Jashari mencatat 17 penampilan dengan total waktu bermain kurang dari 900 menit. Kontribusinya dalam hal gol juga masih sangat terbatas, yakni hanya satu assist.

Catatan tersebut belum cukup untuk membuatnya menjadi pemain penting. Apalagi, ia belum sepenuhnya meyakinkan Massimiliano Allegri pada periode sebelumnya. Cedera dan minimnya kesempatan bermain membuat Jashari tidak memiliki kesinambungan performa yang dibutuhkan seorang gelandang muda.

Masalah Utama: Konsistensi dan Karakter Permainan

Jashari sebenarnya memiliki profil yang cukup lengkap. Ia dapat membantu sirkulasi bola, bergerak di antara lini, serta menjalankan tugas bertahan. Namun, laporan yang menjadi dasar artikel ini menilai bahwa dirinya belum benar-benar menonjol dalam salah satu aspek tersebut.

Dalam sepak bola level tinggi, kemampuan serba bisa memang menjadi modal penting. Tetapi, seorang pemain tetap membutuhkan keunggulan spesifik agar bisa memenangkan persaingan. Gelandang bertahan biasanya diandalkan karena kekuatan duel dan kemampuan memutus serangan. Pengatur permainan harus unggul dalam visi serta akurasi umpan. Sementara gelandang box-to-box dituntut memiliki stamina dan agresivitas.

Jashari belum memperlihatkan dominasi yang cukup kuat dalam salah satu kategori tersebut. Ia juga dinilai belum terlalu menonjol secara fisik. Kondisi ini menyulitkannya ketika harus bersaing dengan pemain seperti Musah atau Loftus-Cheek yang memiliki keunggulan atletis.

Persaingan Lini Tengah Milan pada Serie A 2026

Dalam konteks persaingan Serie A 2026, kedalaman skuad menjadi salah satu elemen penting. Jadwal kompetisi yang padat, pertandingan domestik, dan tuntutan untuk menjaga konsistensi membuat setiap klub membutuhkan lebih dari 11 pemain utama.

Situasi itu seharusnya dapat menjadi peluang bagi Jashari. Ketika Modric membutuhkan waktu istirahat atau pemain lain mengalami cedera, ia berpotensi mendapat kesempatan bermain. Akan tetapi, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal karena keputusan pelatih biasanya sangat dipengaruhi oleh performa dalam pertandingan sebelumnya.

Usia Jashari yang masih 24 tahun juga memberikan ruang untuk berkembang. Ia belum berada pada fase akhir karier, sehingga masih bisa memperbaiki aspek fisik, pengambilan keputusan, dan pemahaman terhadap tempo permainan Italia.

Serie A dikenal sebagai kompetisi yang menuntut kecerdasan taktik. Gelandang tidak hanya dituntut mampu mengoper bola, tetapi juga harus memahami kapan menekan, kapan menjaga posisi, serta bagaimana menutup ruang di antara lini. Adaptasi terhadap detail-detail tersebut sering kali membutuhkan waktu lebih panjang bagi pemain yang datang dari liga berbeda.

Jashari Memilih Bertahan meski Ada Minat Atalanta

Jashari sebenarnya sempat dikaitkan dengan peluang pindah pada musim panas. Atalanta dikabarkan menunjukkan ketertarikan terhadap jasanya. Namun, sang pemain dan pihak Milan memutuskan untuk tetap melanjutkan kerja sama.

Keputusan itu menunjukkan bahwa Jashari masih ingin membuktikan kualitasnya di San Siro. Ia tidak ingin langsung meninggalkan klub setelah melewati musim debut yang terganggu cedera. Dari sudut pandang Milan, mempertahankannya juga masuk akal karena klub telah mengeluarkan investasi besar dan masih melihat potensi jangka panjang dalam dirinya.

Sementara itu, Samuele Ricci menjadi pemain yang akhirnya meninggalkan persaingan di posisi tersebut. Ia dipinjamkan ke Como dengan opsi pembelian senilai €20 juta. Perpindahan Ricci secara teori dapat membuka ruang bagi Jashari, tetapi hierarki di lini tengah tetap belum berubah secara signifikan.

Keputusan bertahan membawa konsekuensi bagi Jashari. Ia harus siap menghadapi persaingan langsung setiap hari dan tidak bisa hanya mengandalkan status sebagai pemain dengan harga transfer tinggi. Dalam skuad Milan, performa aktual tetap menjadi faktor utama.

Apa yang Harus Dilakukan Jashari?

Langkah pertama adalah memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan. Ia mungkin tidak langsung memperoleh 90 menit bermain, tetapi penampilan selama 15 atau 20 menit tetap dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kualitas.

Jashari juga perlu meningkatkan intensitas dalam duel dan kecepatan ketika melakukan transisi. Dua aspek tersebut sangat penting dalam sepak bola modern, terutama ketika Milan harus menghadapi lawan yang bermain agresif.

Selain itu, ia harus memperjelas identitas permainannya. Jika ingin menjadi gelandang pengatur tempo, Jashari perlu lebih berani meminta bola dan mengatur arah serangan. Jika dipercaya sebagai gelandang pekerja, ia harus menunjukkan konsistensi dalam menekan lawan, menutup ruang, dan membantu pertahanan.

Ketika Modric mendapat rotasi atau Milan membutuhkan tenaga baru di tengah, Jashari harus tampil meyakinkan. Kesempatan tersebut bisa menjadi titik balik kariernya di Italia.

Prospek Ardon Jashari di AC Milan

Untuk saat ini, Jashari masih berada dalam fase pembuktian. Ia belum dapat disebut sebagai kegagalan transfer, tetapi juga belum memberikan kontribusi sesuai nilai transfernya.

Faktor cedera harus dipertimbangkan ketika menilai performanya. Tidak mudah bagi pemain baru untuk langsung tampil konsisten setelah mengalami patah kaki hanya beberapa pekan setelah bergabung. Namun, musim berikutnya tetap menjadi periode penting karena alasan adaptasi tidak bisa digunakan selamanya.

Milan membutuhkan Jashari untuk berkembang menjadi gelandang yang dapat diandalkan, terutama dalam situasi jadwal padat. Jika berhasil meningkatkan aspek fisik, mempercepat pengambilan keputusan, dan menemukan peran yang paling sesuai, ia masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan.

Sebaliknya, apabila terus gagal memanfaatkan kesempatan, posisi Jashari dalam skuad dapat semakin terpinggirkan. Harga transfer €36 juta tidak otomatis menjamin tempat di tim utama. Pada akhirnya, performa di lapangan akan menentukan masa depannya bersama Rossoneri.

FAQ Ardon Jashari dan AC Milan

Mengapa Ardon Jashari jarang bermain untuk AC Milan?

Jashari menghadapi persaingan ketat dari Adrien Rabiot, Luka Modric, Yunus Musah, dan Ruben Loftus-Cheek. Selain itu, proses adaptasinya terganggu cedera patah kaki yang dialami tidak lama setelah bergabung dengan Milan.

Berapa nilai transfer Ardon Jashari ke AC Milan?

AC Milan mengeluarkan sekitar €36 juta untuk merekrut Jashari dari Club Brugge. Besarnya biaya transfer membuat ekspektasi terhadap kontribusinya menjadi tinggi.

Berapa jumlah penampilan Jashari pada musim debutnya?

Ia mencatat 17 penampilan dengan total waktu bermain kurang dari 900 menit dan menghasilkan satu assist dalam kontribusi gol.

Apakah Ardon Jashari berpeluang menjadi starter Milan?

Peluang itu masih terbuka, terutama ketika Milan melakukan rotasi atau membutuhkan gelandang dengan karakter berbeda. Namun, Jashari harus meningkatkan performa dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan oleh Ruben Amorim.

You may also like

Leave a Comment

About Us

Logo pemain12.com

Pemain12.com adalah portal berita sepak bola yang menjadi sumber utama informasi terkini seputar dunia sepak bola. Situs ini merupakan tempat yang sempurna bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan berita terbaru tentang pertandingan, transfer pemain, dan peristiwa menarik lainnya dalam dunia sepak bola. 

@2023 – All Right Reserved. Supported by GMTeknologi

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept