Juventus berusaha bangkit setelah kalah dari Sassuolo ketika memulai kiprah di Liga Europa melawan NEC Nijmegen. Simak prediksi, kabar cedera, dan susunan pemainnya.
Juventus akan membuka perjalanan mereka di UEFA Europa League dengan menghadapi NEC Nijmegen di Allianz Stadium. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi I Bianconeri untuk merespons kekalahan 2-3 dari Sassuolo sekaligus membangun momentum baru di kompetisi Eropa.
Laga Juventus vs NEC Nijmegen juga menandai kembalinya klub asal Turin tersebut ke fase utama kompetisi kasta kedua Eropa setelah terakhir kali tampil pada musim 2010/11. Meski tidak bermain di Liga Champions, Juventus tetap dipandang sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh berkat pengalaman, kualitas skuad, serta sejarah panjang mereka di level kontinental.
Di sisi lain, NEC datang dengan pengalaman Eropa yang jauh lebih terbatas. Klub Belanda itu baru dua kali mencapai fase grup atau fase liga kompetisi Eropa utama. Namun, kemenangan mereka atas Udinese dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan klub Italia menjadi peringatan bahwa Juventus tidak boleh menganggap remeh lawannya.
Juventus Ingin Mengawali Liga Europa dengan Kemenangan
Performa Juventus di awal musim Serie A belum sepenuhnya stabil. Dari empat pertandingan pertama, mereka mengoleksi dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Kekalahan dari Sassuolo menjadi pukulan tersendiri karena Juventus sempat menunjukkan beberapa masalah dalam menjaga konsentrasi dan keseimbangan pertahanan.
Sebelum hasil buruk tersebut, Juventus sebenarnya tampil cukup meyakinkan di kandang. Mereka mengalahkan Parma dengan skor 2-0 dan bermain imbang 1-1 melawan Milan setelah mencetak gol penyama kedudukan pada fase akhir pertandingan. Rangkaian itu memperpanjang catatan positif mereka di Turin sejak awal Maret, dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Allianz Stadium pun menjadi modal penting. Juventus memenangkan tiga pertandingan UEFA terakhir mereka di kandang dan berharap tren tersebut berlanjut ketika menghadapi NEC. Dukungan suporter di Turin dapat membantu tim asuhan Luciano Spalletti mengatasi absennya sejumlah pemain inti.
Masalah Juventus Muncul pada Babak Pertama
Salah satu catatan menarik Juventus pada awal musim ini adalah minimnya produktivitas sebelum jeda. Dari 10 gol yang mereka cetak dalam seluruh pertandingan kompetitif, sembilan di antaranya lahir setelah turun minum. Juventus baru mencetak satu gol pada babak pertama.
Data tersebut menunjukkan bahwa tim masih membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan. Dalam pertandingan melawan NEC, Juventus kemungkinan akan berusaha tampil lebih agresif sejak menit awal agar tidak memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk mengembangkan permainan.
Rekor Juventus melawan klub-klub Belanda memang sedikit lebih baik, yakni 10 kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Namun, catatan itu belum cukup untuk menjamin kemenangan karena lawan kali ini datang dengan motivasi besar dan tidak memiliki tekanan sebesar tuan rumah.
Perjalanan NEC Nijmegen di Kompetisi Eropa
NEC Nijmegen sempat memiliki peluang mengejutkan untuk tampil di Liga Champions. Mereka berhasil menyingkirkan Olympiacos pada babak kualifikasi ketiga dengan status tidak terlalu diunggulkan. Akan tetapi, perjalanan tersebut terhenti di playoff setelah mereka dihantam Bodo/Glimt dengan agregat telak 1-6.
Klub Norwegia itu mencetak tiga gol di masing-masing leg dan memperlihatkan kelemahan NEC dalam menghadapi tekanan tinggi. Dua kekalahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian hasil buruk NEC, yang hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Dalam periode itu, mereka mencatat satu hasil imbang dan empat kekalahan.
Awal NEC di Eredivisie juga belum menggembirakan. Mereka baru mengumpulkan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kekalahan tandang 0-3 dari Cambuur pada pertandingan terakhir semakin memperlihatkan bahwa NEC masih mencari konsistensi.
Catatan Tandang Menjadi Kekhawatiran
Performa NEC saat bermain di luar kandang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Mereka kalah dalam dua pertandingan tandang di babak kualifikasi Eropa musim ini dan belum mencetak satu gol pun dalam kedua laga tersebut.
Meski demikian, NEC mempunyai pengalaman positif ketika menghadapi klub Italia. Mereka pernah mengalahkan Udinese dengan skor 2-0 dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di kompetisi UEFA. Hasil itu dapat memberikan kepercayaan diri, terutama jika mereka mampu bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan serangan balik.
NEC juga memiliki beberapa pemain berpengalaman yang dapat membantu menghadapi atmosfer Allianz Stadium. Mantan pemain Ajax, Dusan Tadic, diperkirakan menjadi salah satu sumber kreativitas utama. Sementara itu, Emre Mor menawarkan kecepatan dan kemampuan membawa bola, meski diprediksi memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Berita Cedera Juventus dan NEC Nijmegen
Juventus menghadapi persoalan cedera yang cukup serius menjelang pertandingan. Kapten Manuel Locatelli baru menjalani operasi lutut dan diperkirakan harus menepi hingga 2027. Absennya gelandang Italia tersebut dapat memengaruhi kontrol permainan serta pengalaman Juventus di lini tengah.
Selain Locatelli, Kenan Yildiz juga tidak tersedia. Pemain lain yang dilaporkan absen adalah Khephren Thuram, Juan Cabal, Jeremie Boga, Jeff Ekhator, Andrea Cambiaso, dan Weston McKennie. Banyaknya pemain yang tidak dapat tampil membuat Spalletti harus mengandalkan kedalaman skuad dan pemain yang biasanya tidak menjadi pilihan utama.
Situasi NEC juga tidak sepenuhnya ideal. Mereka kehilangan Ahmetcan Kaplan, Deveron Fonville, Bryan Linssen, serta kiper utama Gonzalo Crettaz. Absennya Crettaz berpotensi memengaruhi koordinasi lini belakang, terutama ketika menghadapi tekanan Juventus di kandang.
Perkiraan Susunan Pemain Juventus vs NEC Nijmegen
Juventus
Juventus diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1. Kiper akan ditempati Grabara, dengan Celik, Lucumi, Gatti, dan Kalulu membentuk barisan pertahanan. Sarr serta Koopmeiners berpeluang menjadi duet gelandang bertahan.
Di belakang penyerang utama Woltemade, Juventus kemungkinan menurunkan Zhegrova, Gonzalez, dan Alajbegovic. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa tuan rumah akan mengandalkan mobilitas pemain di belakang striker, terutama untuk mengeksploitasi area sayap dan ruang di antara lini pertahanan NEC.
Prediksi Juventus (4-2-3-1): Grabara; Celik, Lucumi, Gatti, Kalulu; Sarr, Koopmeiners; Zhegrova, Gonzalez, Alajbegovic; Woltemade.
NEC Nijmegen
NEC diperkirakan bermain dengan skema 3-4-2-1. Polster akan mengawal gawang, sementara Sandler, Storm, dan Bras berada di depan sang penjaga gawang. Tahaui, Lebreton, Nejasmic, serta Bischoff diproyeksikan mengisi lini tengah.
Tadic dan Chery dapat berperan sebagai dua pemain di belakang Serhuis. Formasi ini memungkinkan NEC bertahan dengan lima pemain ketika tertekan, tetapi tetap memiliki opsi untuk melakukan serangan cepat melalui kedua sisi lapangan.
Prediksi NEC Nijmegen (3-4-2-1): Polster; Sandler, Storm, Bras; Tahaui, Lebreton, Nejasmic, Bischoff; Tadic, Chery; Serhuis.
Konteks Liga Europa dan Serie A 2026
Dalam format kompetisi UEFA yang berlaku pada era terbaru, Liga Europa tidak lagi menggunakan fase grup tradisional. Sebanyak 36 tim berpartisipasi dalam satu klasemen liga. Setiap klub memainkan delapan pertandingan melawan lawan yang berbeda, dengan jumlah laga kandang dan tandang yang seimbang.
Delapan tim teratas klasemen akan langsung lolos ke babak 16 besar. Klub yang finis di posisi kesembilan hingga ke-24 harus melewati playoff untuk memperebutkan tiket ke fase gugur, sedangkan tim yang berada di posisi lebih rendah akan tersingkir. Karena itu, kemenangan pada pertandingan pembuka memiliki nilai penting bagi Juventus maupun NEC.
Bagi Juventus, Liga Europa juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki citra setelah hanya finis di posisi keenam Serie A pada musim sebelumnya. Klub tersebut merupakan salah satu tim Italia dengan sejarah domestik paling sukses, tetapi sudah cukup lama tidak mengangkat trofi UEFA. Gelar Eropa terakhir Juventus diraih pada 1996, sedangkan trofi UEFA Cup atau Liga Europa terakhir mereka berasal dari era awal 1990-an.
Persaingan Serie A 2026 juga membuat pengelolaan skuad menjadi semakin penting. Klub-klub Italia harus membagi energi antara kompetisi domestik dan Eropa, sementara jadwal padat dapat memperbesar risiko cedera. Juventus perlu menemukan keseimbangan antara mengejar posisi tinggi di liga dan menjaga ambisi untuk meraih trofi kontinental.
Prediksi Juventus vs NEC Nijmegen
Juventus tetap lebih diunggulkan meskipun datang dengan sejumlah masalah cedera. Bermain di Allianz Stadium, memiliki pengalaman Eropa yang jauh lebih besar, serta mempunyai kedalaman skuad yang lebih baik menjadi keunggulan penting bagi tuan rumah.
NEC berpotensi membuat pertandingan berjalan sulit apabila mampu bertahan rapat pada babak pertama. Namun, catatan tandang mereka yang buruk, produktivitas rendah di laga Eropa, dan kekalahan telak dari Bodo/Glimt menunjukkan bahwa Juventus memiliki peluang besar untuk mengendalikan permainan.
Pertandingan mungkin baru terbuka setelah jeda, sejalan dengan kecenderungan Juventus yang lebih produktif pada babak kedua. Jika para pemain kreatif di belakang Woltemade mampu menemukan ruang, Bianconeri diprediksi dapat meraih tiga poin dalam laga pembuka ini.
Prediksi skor: Juventus menang.
FAQ Juventus vs NEC Nijmegen
Kapan pertandingan Juventus vs NEC Nijmegen dimainkan?
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Allianz Stadium. Materi sumber tidak mencantumkan tanggal dan waktu kickoff secara spesifik, sehingga konversi jam resmi ke WIB perlu menunggu jadwal final dari UEFA atau penyelenggara pertandingan.
Di mana pertandingan Juventus vs NEC Nijmegen digelar?
Laga ini dimainkan di Allianz Stadium, Turin, markas Juventus. Stadion tersebut menjadi salah satu faktor pendukung bagi Juventus karena mereka memiliki catatan kandang yang cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir.
Siapa pemain Juventus yang absen?
Manuel Locatelli, Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Juan Cabal, Jeremie Boga, Jeff Ekhator, Andrea Cambiaso, dan Weston McKennie dilaporkan tidak tersedia. Locatelli menjadi salah satu absensi paling penting karena perannya sebagai kapten dan pengatur keseimbangan lini tengah.
Apakah NEC pernah mengalahkan klub Italia?
Ya. NEC pernah mengalahkan Udinese 2-0 dalam satu-satunya pertemuan mereka dengan klub Italia di kompetisi UEFA. Catatan tersebut menjadi modal psikologis bagi tim Belanda, meskipun Juventus tetap lebih diunggulkan pada pertandingan ini.