Industri bisnis olahraga internasional (diperkirakan sekitar 49 miliar euro) mengalami penurunan yang signifikan dalam dua tahun terakhir akibat darurat kesehatan, tetapi kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selain dampak negatif yang terkait dengan pandemi Covid-19, situasi saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Perusahaan yang berinvestasi dalam olahraga mengharapkan para pemain di industri ini (klub, federasi, liga, dll.) untuk lebih memperhatikan tren baru di pasar konsumen secara umum.
Hubungan antara perusahaan dan konsumen tidak lagi sama seperti dulu dan sponsor serta mitra dagang kini mengikuti logika baru dalam berinteraksi dengan konsumen. Penempatan merek pada seragam dan papan iklan di lapangan sudah menjadi hal kuno dalam bisnis olahraga. Sekarang, perusahaan menginginkan akses langsung ke fan base yang merupakan aset berharga dalam pasar ini, terutama dalam olahraga lain di luar sepak bola.
Fan engagement, atau keterlibatan penggemar dalam kegiatan pemasaran yang diinisiasi dan dikelola oleh pemegang hak olahraga bekerja sama dengan sponsor, akan menjadi masa depan industri bisnis olahraga. Hal ini karena sepak bola telah mencapai titik jenuh dalam hal hak siar dan sponsor, dan tantangan baru adalah mengubah penggemar menjadi pelanggan potensial yang aktif melalui inisiatif perusahaan mitra. Contoh nyata dari hal ini adalah kerjasama antara Spotify dan Barcelona, di mana fan base langsung terlibat dalam proyek pemasaran musik perusahaan Swedia tersebut.
Nilai sponsor olahraga secara global mendekati 49 miliar euro, sebuah angka yang diperkirakan akan terus bertumbuh. Menurut Nielsen, sponsor olahraga merupakan metode kedua yang paling efektif untuk dikenal oleh audiens target, setelah rekomendasi dari mulut ke mulut. Sponsor olahraga juga terbukti lebih strategis dan kadang-kadang lebih murah dibandingkan iklan televisi tradisional, terutama jika terkait dengan hubungan langsung dengan pendukung di stadion.
Transformasi hubungan ini menjadi akselerator terutama dalam hal pembaruan kontrak, dan dari sudut pandang ini, Juventus, Inter, Milan, dan Roma menduduki posisi teratas dalam fan engagement yang mendukung tujuan komersial mitra mereka. Dengan demikian, bisnis olahraga telah memasuki era baru di mana keterlibatan langsung dengan penggemar menjadi kunci dalam kesuksesan industri ini.