Isaac Romero menerima kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua akibat gestur “diam” ke arah suporter Levante dalam pertandingan dramatis yang berakhir 3-3. Laporan wasit juga mengoreksi waktu pemberian kartu tersebut menjadi menit 90+5.
Pertandingan Levante kontra Sevilla berlangsung penuh tensi hingga menit-menit akhir. Selain enam gol yang tercipta, laga ini turut diwarnai kartu merah Isaac Romero, aksi pelemparan benda dari tribun, serta potensi sanksi disipliner bagi klub tuan rumah.
Menurut laporan wasit Adrián Cordero Vega yang dikutip Mundo Deportivo pada 13 Oktober, Romero diusir setelah melakukan gestur meletakkan telunjuk di depan bibir kepada pendukung Levante. Aksi tersebut dilakukan sesaat setelah Sevilla mencetak gol yang mengubah skor menjadi 2-3.
Namun, keunggulan Sevilla tidak bertahan hingga peluit akhir. Levante kemudian mencetak gol penyama kedudukan sehingga pertandingan berakhir 3-3. Hingga laporan tersebut diberitakan, belum ada keputusan resmi mengenai hukuman lanjutan untuk Romero maupun potensi denda bagi Levante.
Kronologi Kartu Merah Isaac Romero
Sudah menerima kartu kuning pertama
Romero lebih dahulu masuk dalam catatan wasit karena melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning. Situasi itu membuat penyerang Sevilla berada dalam posisi berisiko apabila kembali melakukan pelanggaran atau tindakan yang dianggap melanggar aturan pertandingan.
Beberapa menit kemudian, Romero mencetak gol yang membawa Sevilla unggul 3-2. Dalam perayaan gol tersebut, ia menghadap ke arah tribune pendukung Levante dan menempelkan jari telunjuk di depan mulut. Gestur itu lazim ditafsirkan sebagai permintaan agar suporter diam.
Wasit menilai tindakan tersebut bersifat provokatif. Karena Romero telah mengantongi satu kartu kuning sebelumnya, kartu kuning kedua otomatis berubah menjadi kartu merah. Sevilla pun harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit pada fase akhir laga.
Waktu kartu dikoreksi menjadi 90+5
Pada versi awal laporan pertandingan, kartu kuning untuk Romero tercatat diberikan pada menit ke-90. Namun, melalui lampiran koreksi, wasit menjelaskan bahwa pencatatan tersebut merupakan kesalahan tipografi.
Waktu yang benar adalah menit ke-90 lewat lima detik, atau 90+5. Koreksi itu menegaskan bahwa kartu tersebut diberikan setelah gol Sevilla dan merupakan kartu kuning kedua bagi Romero.
Dalam penulisan waktu pertandingan, 90+5 berarti lima menit setelah waktu normal 90 menit. Apabila dikonversi ke waktu Indonesia, pertandingan tersebut berlangsung pada Senin waktu setempat sebagaimana disebut dalam laporan sumber. Namun, jam kick-off tidak dicantumkan, sehingga waktu pastinya dalam WIB tidak dapat dihitung secara akurat.
Mengapa Gestur Selebrasi Bisa Berujung Kartu Kuning?
Peraturan sepak bola tidak melarang setiap bentuk selebrasi gol. Pemain masih diperbolehkan merayakan gol, berlari menuju rekan setim, atau melakukan gestur tertentu selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Namun, Laws of the Game yang diterbitkan IFAB memberikan ruang bagi wasit untuk memberikan kartu kuning apabila selebrasi dinilai berlebihan, provokatif, mengejek lawan atau suporter, maupun berpotensi memicu gangguan keamanan.
Ketentuan dalam Law 12
Law 12 mengatur pelanggaran dan tindakan tidak sportif. Dalam konteks selebrasi gol, pemain dapat dihukum apabila melakukan tindakan yang dianggap provokatif atau sengaja menghasut penonton. Wasit juga dapat mengambil tindakan jika perayaan tersebut memicu reaksi berbahaya dari tribun.
Dalam kasus Romero, keputusan tidak semata-mata berkaitan dengan gerakan telunjuk di depan mulut. Laporan wasit menyebut gestur tersebut memprovokasi pendukung Levante dan diikuti pelemparan berbagai benda ke arah area perayaan pemain Sevilla.
Artinya, wasit melihat kejadian tersebut sebagai satu rangkaian insiden. Selebrasi yang mungkin dianggap biasa dalam pertandingan lain dapat dinilai berbeda apabila dilakukan di tengah tensi tinggi dan memicu respons negatif dari penonton.
Benda Dilempar dari Tribun Levante
Setelah Sevilla mencetak gol yang membuat skor menjadi 2-3, pendukung tuan rumah dilaporkan melempar sejumlah benda ke arah pemain Sevilla. Laporan Cordero Vega menyebut benda-benda tersebut berupa botol plastik dan gelas.
Tidak ada benda yang dilaporkan mengenai pemain atau ofisial. Meski demikian, pelemparan tetap dicatat sebagai insiden keamanan karena berpotensi menimbulkan cedera dan mengganggu jalannya pertandingan.
Protokol pertandingan sempat dijalankan
Petugas pertandingan menerapkan tahap awal protokol terkait pelemparan benda dari tribun. Pengumuman disampaikan melalui sistem pengeras suara stadion untuk memperingatkan penonton agar menghentikan tindakan tersebut.
Setelah situasi dianggap terkendali, pertandingan dapat dilanjutkan. Laporan itu tidak menyebut adanya penghentian permanen atau evakuasi pemain ke ruang ganti. Kendati demikian, insiden tersebut tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi disipliner setelah pertandingan.
Dalam kompetisi profesional seperti La Liga, klub tuan rumah memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban di stadion. Tanggung jawab itu mencakup pengamanan tribun, pencegahan masuknya benda berbahaya, serta tindakan cepat ketika penonton melakukan pelanggaran.
Potensi Denda untuk Levante Masih Menunggu Keputusan
Mundo Deportivo memperkirakan Levante dapat dikenai denda ringan yang nilainya bisa mencapai sekitar 602 euro berdasarkan isi laporan wasit. Namun, angka tersebut bukan keputusan resmi dari otoritas disipliner.
Perlu dibedakan antara catatan wasit, analisis media, dan sanksi formal. Laporan pertandingan menjadi salah satu dokumen utama dalam proses evaluasi, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan badan disiplin yang berwenang.
Otoritas terkait dapat mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jumlah benda yang dilempar, jenis benda, apakah ada pemain yang terkena, dampak terhadap pertandingan, pengumuman peringatan di stadion, serta riwayat pelanggaran klub.
Belum ada kepastian hukuman untuk Romero
Laporan pertandingan juga belum mengonfirmasi berapa lama Romero akan menjalani skorsing. Karena kartu merah tersebut berasal dari akumulasi dua kartu kuning dalam satu pertandingan, hukuman biasanya akan bergantung pada klasifikasi pelanggaran yang tercantum dalam dokumen resmi.
Jika tindakan tersebut dianggap sebagai perilaku tidak sportif melalui selebrasi provokatif, badan disiplin dapat menilai kasusnya berdasarkan laporan wasit dan regulasi kompetisi. Namun, tidak tepat menyimpulkan durasi larangan bermain sebelum keputusan resmi diterbitkan.
Keputusan itu penting bagi Sevilla karena kartu merah diberikan pada fase akhir pertandingan, ketika klub sedang berusaha mempertahankan keunggulan. Selain kehilangan Romero untuk laga berikutnya, Sevilla juga harus mengevaluasi dampak psikologis dari kegagalan menjaga skor 3-2 hingga pertandingan berakhir.
Relevansi Insiden Ini bagi La Liga Spanyol 2026
Kasus Isaac Romero memperlihatkan bahwa disiplin pemain dan keamanan stadion tetap menjadi isu penting dalam La Liga Spanyol pada 2026. Pertandingan tidak hanya dinilai dari skor akhir, tetapi juga dari perilaku pemain, respons suporter, serta kemampuan klub mengendalikan situasi di dalam stadion.
Penggunaan VAR memang membantu wasit dalam sejumlah keputusan teknis, seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan identifikasi pemain. Namun, penilaian terhadap gestur selebrasi dan konteks provokasi tetap sangat bergantung pada pengamatan wasit serta isi laporan pertandingan.
Karena itu, koreksi waktu dalam laporan juga memiliki arti penting. Administrasi pertandingan harus akurat, terutama ketika satu kejadian berkaitan dengan gol, kartu kuning kedua, kartu merah, dan potensi proses disipliner. Kesalahan menit dapat menimbulkan kebingungan mengenai urutan peristiwa.
Dari sisi klub, insiden ini menjadi pengingat bahwa pemain perlu memahami batas antara selebrasi emosional dan tindakan yang dapat dianggap memancing reaksi penonton. Sementara itu, klub tuan rumah harus memastikan sistem keamanan mampu mencegah pelemparan benda, meskipun tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Dampak Pertandingan bagi Sevilla dan Levante
Hasil 3-3 membuat kedua tim harus menerima satu poin dari pertandingan yang berjalan ketat. Bagi Sevilla, keunggulan 3-2 yang gagal dipertahankan tentu meninggalkan kekecewaan, terutama karena tim kehilangan Romero pada momen krusial.
Bagi Levante, keberhasilan menyamakan skor menunjukkan daya juang hingga menit akhir. Namun, insiden dari tribun dapat menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi memengaruhi kondisi finansial klub dan citra penyelenggaraan pertandingan.
Dengan kompetisi La Liga yang semakin kompetitif, detail kecil seperti kartu merah, selebrasi gol, dan gangguan dari penonton bisa memengaruhi jadwal, ketersediaan pemain, serta persiapan pertandingan berikutnya.
Kesimpulan
Isaac Romero menerima kartu merah setelah melakukan gestur “diam” ke arah suporter Levante seusai membawa Sevilla unggul 3-2. Karena sebelumnya telah menerima kartu kuning akibat pelanggaran, gestur tersebut menjadi kartu kuning kedua.
Laporan wasit kemudian dikoreksi: insiden terjadi pada menit 90+5, bukan menit ke-90 seperti yang tercantum dalam versi awal. Pada momen yang sama, sejumlah suporter Levante melempar botol plastik dan gelas ke arah area perayaan Sevilla, meski tidak ada yang mengenai pemain.
Potensi denda sekitar 602 euro untuk Levante masih sebatas perkiraan media dan belum menjadi keputusan resmi. Hukuman lanjutan untuk Romero juga belum dapat dipastikan sebelum badan disiplin menerbitkan putusan.
FAQ
Mengapa Isaac Romero mendapat kartu merah?
Romero mendapat kartu merah karena menerima kartu kuning kedua. Kartu pertama diberikan akibat pelanggaran, sedangkan kartu kedua muncul setelah ia melakukan gestur “diam” ke arah suporter Levante saat merayakan gol.
Pada menit berapa kartu kedua Isaac Romero diberikan?
Laporan wasit yang telah dikoreksi menyebut kartu kedua diberikan pada menit 90+5, atau lima menit setelah waktu normal pertandingan berakhir.
Apakah Levante sudah pasti didenda?
Belum. Mundo Deportivo memperkirakan denda sekitar 602 euro berdasarkan isi laporan wasit, tetapi angka tersebut bukan sanksi resmi. Keputusan akhir tetap menunggu proses disipliner.
Apakah benda yang dilempar suporter mengenai pemain Sevilla?
Tidak. Laporan wasit menyebut botol plastik, gelas, dan benda lain dilempar ke arah area perayaan Sevilla, tetapi tidak ada yang mengenai pemain maupun ofisial.