Chelsea, klub sepakbola asal London yang menjadi salah satu kekuatan di Liga Inggris, sedang mengalami masa sulit. Hal ini disebabkan oleh penurunan performa mereka sejak Todd Boehly menjadi salah satu pemilik klub. Frank Leboeuf, mantan pemain Chelsea, bahkan menyebut bahwa klub ini merupakan ‘malu’ dan kemungkinan besar tidak akan pernah lagi meraih gelar juara Liga Premier.
Sejak diakuisisi oleh BlueCo, Chelsea belum lagi meraih gelar juara Liga Premier selama tujuh tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan baru tidak membawa dampak positif bagi performa tim. Leboeuf pun memberikan peringatan kepada para fans bahwa situasi ini tidak akan membaik dalam waktu dekat.
Menurut Leboeuf, meskipun Chelsea memiliki banyak talenta di dalam skuad, namun mereka kekurangan pemimpin atau pemain yang bisa diandalkan. Hal ini menjadi masalah utama bagi Enzo Maresca, manajer Chelsea saat ini. Meskipun masih mungkin bagi Chelsea untuk meraih gelar Piala FA musim ini, namun meraih gelar Liga Premier sepertinya tidak akan terjadi.
Leboeuf juga menekankan pentingnya pengalaman dalam meraih gelar juara. Ketika dirinya bergabung dengan Chelsea, klub tersebut sudah menunggu selama 26 tahun untuk meraih trofi. Hal ini baru terjadi ketika pemain-pemain berpengalaman bergabung dengan klub.
Tidak hanya performa tim yang buruk, hubungan antara fans Chelsea dengan pemilik klub juga memburuk. Sejumlah fans bahkan meluncurkan kampanye ‘get them out’ sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub. Todd Boehly, salah satu pemilik klub, bahkan digambarkan sebagai badut dalam stiker-stiker yang disebar luas.
Chelsea Supporters’ Trust juga mengirimkan surat keras kepada Boehly dan Behdad Eghbali, memperingatkan bahwa ketidakjelasan arah kepemimpinan dapat menyebabkan ‘toksisitas yang tidak bisa diubah’ dan aksi protes yang lebih berdampak. Mereka menegaskan bahwa situasi saat ini dapat menyebabkan ketidakpuasan yang tidak bisa diabaikan.
Situasi ini membuat suasana hati para pendukung Chelsea menjadi sangat rendah dan sulit diabaikan. Perasaan bahwa klub ini menjadi ‘bahan tertawaan’, baik di lapangan maupun di luar lapangan, semakin meningkat. Chelsea Supporters’ Trust bahkan mengungkapkan bahwa mereka sudah mendekati titik di mana protes akan menjadi semakin intens.
Melihat kondisi ini, tampaknya Chelsea perlu melakukan perubahan yang signifikan jika ingin kembali meraih kesuksesan di pentas Liga Inggris. Pengalaman, kepemimpinan yang kuat, dan hubungan yang baik antara klub dan fans menjadi kunci utama dalam meraih gelar juara. Semoga Chelsea dapat segera bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang harus diwaspadai di Liga Inggris.