Javi Guerra, bintang muda Valencia berusia 22 tahun, kembali menunjukkan performa terbaiknya musim lalu di bawah asuhan Carlos Corberan. Penampilannya yang mengesankan menarik perhatian sejumlah klub papan atas Eropa. Saat ini, Guerra sedang dalam pembicaraan dengan Valencia mengenai kontrak baru, tetapi ada juga minat dari beberapa klub besar lainnya.
Setelah hampir pindah ke Atletico Madrid musim panas lalu, Los Colchoneros kembali menunjukkan ketertarikan untuk merekrutnya, asalkan mereka bisa melakukan penjualan pemain yang tepat. Selain itu, AC Milan dan Manchester United juga ikut meramaikan perburuan untuk mendapatkan jasa Guerra.
Guerra Menolak Tawaran Perpanjangan dari Valencia
Dua minggu lalu, Guerra bertemu dengan pihak Valencia untuk membahas masa depannya. Dalam beberapa hari terakhir, ia menerima tawaran perpanjangan kontrak dari klub yang membesarkannya. Meskipun Guerra masih memprioritaskan Valencia, ia ingin mendapatkan jaminan mengenai proyek tim ke depan. Sayangnya, jaminan yang diharapkannya tidak terpenuhi, sehingga ia memutuskan untuk menolak tawaran tersebut. Kini, Valencia sedang mempertimbangkan proposal baru untuknya.
Manchester United Dekat dengan Kesepakatan
Sementara itu, negosiasi dengan Manchester United berjalan lebih lancar. Menurut laporan dari El Chiringuito, United sudah “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan mengenai syarat pribadi dengan talenta muda ini. Meskipun belum ada pembicaraan resmi antara kedua klub, Marca melaporkan bahwa Valencia menginginkan setidaknya €20 juta dari kesepakatan ini, dengan mempertimbangkan bahwa Villarreal akan mengambil 30% dari setiap penjualan.
Total biaya transfer bisa mencapai €26 juta, dan United dilaporkan terbuka untuk mengeluarkan €25 juta untuk pemain internasional Spanyol U-21 ini, yang tampaknya bukanlah halangan besar dalam negosiasi. Minggu lalu, AC Milan juga membuka pembicaraan dengan Guerra, tetapi mereka tidak dianggap se-dekat United, yang kini berada di posisi terdepan.
Kebangkitan Guerra di Valencia
Guerra pertama kali mencuri perhatian saat tampil gemilang di Valencia, dengan beberapa penampilan awal yang kuat di bawah Ruben Baraja, termasuk gol penentu yang membantu menyelamatkan klub dari degradasi pada tahun 2023. Setelah musim yang kurang mengesankan tahun lalu, Guerra tampak inkonsisten di bawah Baraja. Namun, kedatangan Corberan berhasil mengembalikan performa terbaiknya. Di paruh kedua tahun ini, semua teknik dan kemampuan membawa bola yang dimilikinya kembali terlihat.
Dengan perkembangan yang pesat dan minat dari klub-klub besar, masa depan Javi Guerra tampaknya sangat menjanjikan. Apakah ia akan memilih untuk bertahan di Valencia atau mengambil langkah besar menuju Manchester United? Hanya waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti, penggemar sepak bola, terutama penggemar La Liga di Indonesia, akan terus mengikuti perkembangan menarik ini.